Nah Lho, Korban Human Trafficking Mendadak Misterius

Pelaku perdagangan orang (jilbab merah) ketika diamankan Polda Gorontalo. (foto Natha/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Hanya selang berselang tiga hari pasca dipulangkan ke Gorontalo.

Keberadaan Mawar (samaran,), korban kasus perdagangan manusia (human trafficking) mendadak misterius. Sepanjang hari Senin (15/2), keberadaan gadis berpostur tubuh setinggi 150 centimeter dan berkulit terang itu simpang siur.

Awalnya Gorontalo Post (grup hargo.co.id) mendapat kabar bila Mawar berada di rumah orang tuanya di salah satu kelurahan di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Saat ditelusuri di lapangan, diperoleh informasi bila Mawar berada di rumah keluarga di wilayah Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo.

“Katanya dia tinggal di rumah keluarganya,” kata sumber Gorontalo Post.

“Memang diungsikan dulu terkait masalah yang dihadapinya saat ini,” sambung sumber tersebut.

Gorontalo Post lantas menyusuri lokasi yang dimaksud di Kelurahan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Namun lagi-lagi keberadaan perempuan berambut lurus sebahu itu belum berhasil ditemui. Bahkan beberapa warga sekitar di lokasi yang dikunjungi Gorontalo Post mengaku tak tahu menahu soal keberadaan maupun identitas Mawar.

Sementara itu Polda Gorontalo masih mengembangkan kasus dugaan trafficking. Selain telah menahan CD yang membawa Mawar ke Jakarta, Polda Gorontalo juga memburu seorang pria berinisial J.

“Pria berinisial J ini diduga kuat merupakan otak dari kasus perdagangan perempuan tersebut,’ ungkap Kepala Bidang Humas Polda Gorontalo AKBP.S.Bagus Santoso.

Menurut AKBP Bagus Santoso, saat ini diketahui J tak lagi berada di Gorontalo. Karena itu Polda Gorontalo telah membentuk tim khusus untuk memburu J.

“Dari dialah (J) semua informasi terkait praktek perdagangan perempuan jaringan Gorontalo-Jakarta ini bisa terungkap jelas,” ujar AKBP S, Bagus Santoso, Kabid Humas Polda Gorontalo. (tr-45/hargo)