Nah loo… Gratis, tapi Bayar 4 Juta untuk Sewa Lapak

Suasana para pedagang pasar Liluwo Kota Gorontalo sudah menempati lapak yang sudah disediakan. Dok : (Gorontalopost/hargo)

Hargo.co.id GORONTALO -Pasar rakyat yang baru di bangun itu kini sudah terisi oleh pedagang meskipun belum semuanya terisi namun pasar yang terletak Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo yang diketahui setiap lapak dan petak gratis untuk pedangang.

Namun faktanya, para pedagang ternyata harus menguras kantong untuk membayar sewa lapak dan petak tersebut dengan harga jutaan rupiah.

Seperti halnya diungkapkan Sofyan, salah satu pedagang pasar Liluwo. Ia mengaku telah membayar Rp 4 juta untuk lapak ukuran sekira 2,5 x 2 meter. Uang tersebut diserahkan kepada salah satu oknum pegawai di Dinas Pasar Kota Gorontalo inisial I.

“Kami telah telah membayar uang Rp 4 juta untuk mendapatkan lapak di Pasar Liluwo, tapi sampai dengan sekarang tidak mendapatkan lapak, seperti yang dijanjikan,” ungkap Sofyan di Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin, (28/3).

Sofyan bersama 4 orang rekannya yang juga pedagang, datang mengadu ke Komisi C DPRD Kota Gorontalo.
Mereka diterima Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo dan Ketua Komisi C Hais Nusi.

Di tempat itu, Sofyan dan rekan-rekannya itu langsung dipertemukan dengan I yang langsung dilakukan pemanggilan oleh DPRD.

Ketua DPRD Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo menyampaikan bahwa, pasar tersebut dibangun oleh pemerintah untuk rakyat, dan untuk mendapatkan petak maupun lapak di pasar Liluwo itu tidak perlu bayar, alias gratis.