Namanya Warkop Amal, Makan dan Minum Pelanggan Bayar Seiklasnya, Omzet Jumat untuk Panti Asuhan

Salah seorang pengunjung memasukkan uang ke kotak yang telah disediakan untuk membayar setiap belanjaan. (F. Natha/ Gorontalo Post)

Hargo.co.id – Banyaknya alternatif tempat nongkrong membuat membuat pelaku usaha yang satu ini harus tampil dengan tampilan yang bisa bersaing. Namun tidak bagi warung kopi (Warkop) Amal, kompleks Pasar Sentral Kota Gorontalo. Untuk menikmati sajian di warkop ini sama halnya dengan kita beramal. Kok bisa ?

Kemarin, Jumat (12/1), warkop Amal yang berlokasi di jalan Sam Satulangi, Kota Selatan, Kota Gorontalo ini tampak ramai. Namun ada yang berbeda, terutama setiap hari Jumat.

Ya, tidak ada bagian kasir yang bertugas untuk menerima bayaran atas menu yang dipesan oleh para konsumen. Sebaliknya, di meja kasir hanya diletakkan sebuah kotak khusus. Kotak itulah yang menjadi pengganti kasir.

Para pembeli atau konsumen memasukkan dan menukarkan uangnya sendiri sesuai dengan jumlah bayaran dari setiap pesanan mereka. Uniknya lagi, selain untuk melatih kejujuran dari para pembeli, 100 persen hasil jualan yang laku pada hari Jumat akan disetorkan ke panti asuhan yang ada di wilayah Gorontalo.

Sejak beroperasi pada November 2017, Warkop dengan menu andalan Kopi Walet dan Kopi Makassar ini menerapkan sistem yang berbeda setiap hari Jumat. Pelanggan yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), anggota TNI dan Polri, politisi, akademisi hingga wartawan ini sangat mendukung apa yang dilakukan oleh pemilik Warkop Amal tersebut dan rata-rata memasukkan uangnya ke kotak yang telah disediakan.

“Jadi, setiap Jumat tidak ada kasirnya dan itu rutin setiap Jumat. Pembeli nantinya akan membayar apa yang mereka pesan dan akan diletakkan di kardus yang telah kami sediakan. Kami pula mulai buka pada Pukul 08.00 Wita dan akan tutup pada Pukul 17.30 wita.

Nantinya, hasil dari penjualan akan kami berikan kepada Panti Asuhan yang ada di Gorontalo, guna membantu anak-anak panti asuhan,” ungkap Ramli Anwar, owner Warkop Amal.
Hal ini tak hanya berlaku untuk para pengunjung atau konsumen. Bahkan Ramli Anwar mangaku, dirinya ketika mau minum atau makan, tetap akan membayar dan pembayarannya akan diletakkan di kardus tersebut.

“Meski saya yang punya, tetap saya harus bayar kalau saya makan maupun minum,” ujarnya sambil tersenyum.

Ditanyakan bagaimana dengan sumbangan 100 persen untuk panti asuhan? Ramli Anwar membenarkannya. Dikatakannya, hasil seratus persen ini memang untuk panti asuhan.

“Saya pula sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mau membeli dan nongkrong di Warkop ini. Insya Allah hasil penjualan ini bisa memberikan manfaat kepada anak-anak yang berada di panti asuhan,” pungkasnya. (kif)