Napi Pebunuhan Dianiaya dalam Lapas

Penitipan lima warga binaan Lapas Gorontalo di Polres Gorontalo Kota karena diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama warga binaan.

Hargo.co.id GORONTALO – Kekerasan dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) terjadi lagi. Ini setelah salah seorang narapidana kasus pembunuhan yakni Agus Ikram saat ini harus dirawat secara intensif di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo setelah mengalami luka tusukan yang dilakukan oleh kurang lebih lima orang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Gorontalo.

Dari informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, kejadian penganiayaan tersebut terjadi 18 November 2017 sekitar Pukul 08.30 Wita.

Pada saat itu sempat terjadi keributan di dalam Lapas Gorontalo dan tiba-tiba saja, korban Agus Ikram tergeletak akibat luka tusukan dengan mempergunakan senjata tajam jenis pisau plompong atau besi yang ditajamkan.

Agus Ikram sendiri mengalami empat luka tusukan dibagian pinggul kiri serta tulang hidung patah. Pada saat itu, warga binaan dan petugas Lapas langsung berupaya menolong korban dan masih sempat dilakukan perawatan oleh tim medis Lapas. Hanya saja, luka serius yang dialami oleh korban, membuat tim medis merujuk korban ke RSAS Kota Gorontalo.

Atas kejadian itu pula, lima orang yang diduga pelaku penganiayaan, langsung digiring oleh pihak Lapas Gorontalo untuk dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Gorontalo Kota.

Lima pelaku itu pula diterima langsung oleh Kapolres Gorontalo Kota AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM, Waka Polres Kompol Indra Feri Dalimunte,SIK serta Kasat Reskrim, AKP Tumpal Alexander Siallagan,SIK.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya,SIK,MM ketika dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Tumpal Alexander Siallagan,SIK di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, lima warga binaan Lapas Gorontalo ini statusnya adalah titipan Lapas Gorontalo agar tidak membuat keributan lagi dan terpisah dari kelompoknya yang berada dalam Lapas. “Lima orang warga binaan yang dititipkan kepada kami berinisial FN, HW, MP, IS, dan AL.

Dari ke lima orang tersebut, empat diantaranya adalah warga binaan dengan perkara pencurian motor (Curanmor) pada 2016-2017 dan satunya lagi adalah warga binaan dengan perkara penganiayaan dengan mempergunakan panah wayer pada 2016 lalu,” jelasnya.

Lanjut kata alumnus Akpol 2007 ini, atas perlakuan dari para pelaku tersebut, pihak keluarga korban sudah melapor ke Polres Gorontalo Kota dan hal ini yang selanjutnya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. “Untuk sementara, laporan telah kami terima.

Kami pun masih harus memeriksa korban, namun untuk sementara waktu korban belum bisa diperiksa karena masih dalam perawatan intensif tim medis,” terangnya.

Ditanya bagaimana awal mula perkara tersebut, AKP Tumpal Alexander Siallagan,SIK, mengatakan pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti, karena yang mengetahui persoalan tersebut adalah korban dan korban masih belum bisa diperiksa dan dimintai keterangan.

“Secepatnya! Kalau korban sudah bisa kami mintai keterangan, maka bisa diketahui apa penyebab dari persoalan di dalam Lapas tersebut. Kami pun masih mempersiapkan berkas untuk memanggil saksi-saksi, termasuk dari petugas Lapas,” pungkasnya. (kif/hg)