NasDem Minta Yusril Tak Mainkan Isu SARA Ke Ahok

Ilustrasi

Hargo.co.id JawaPos.com – NasDem geram dengan pernyataan pengacara kondang ‎Yusril Ihza Mahendra yang menuduh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menggusur Masjid Luar Batang berikut makam Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus.

Menurut mereka, tuduhan Yusril akan menyulut sentiment agama.‎ ‎Politikus NasDem Ahmad Sahroni‎ menilai, Yusril tengah melakukan politisasi SARA. Pasalnya, tuduhan itu dilontarkan di tengah kontestasi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta ‎dimana Ahok dan Yusril menyatakan maju.

“Sungguh keterlaluan kalau menggunakan isu sara untuk membunuh karakter seseorang,” ujarnya di Jakarta, Selasa (29/3). ‎Dalam pengamatannya, kasus relokasi Luar Batang ini sudah melebar kemana-mana.

Pada awalnya yang dipersoalkan adalah relokasi warga di di Luar Batang untuk kepentingan revitalisasi kawasan wisata Sunda Kelapa. Hal ini sudah dibantah Ahok. ‎

‎Roni berujar, ada pihak yang seolah nampak tidak puas dengan bantahan langsung dari Ahok. Masalah rencana penggusuran digeser menjadi membongkar makam keramat Luar Batang.

Padahal jelas, s‎urat dari kecamatan tentang relokasi itu tidak menyebutkan akan menggusur makam. ‎Hal ini menurutnya sengaja dilakukan untuk menaikan sentiment SARA yang justru akan berdampak panjang dan buruk bagi warga. “Bisa-bisa isu tersebut blunder dan sentiment agama kembali merebak,” tegas dia. ‎‎

Anggota Komisi XI DPR itu mengingatkan, isu SARA di Indonesia sangat sensitif dan bisa berujung konflik. Karena itu, tidak boleh dipolitisasi. ‎“Masyarakat sekarang sudah sangat pintar membedakan antara kepemimpinan dengan agama seseorang. Yang pasti masyarakat juga tahu pemimpin yang otentik seperti apa,” pungkasnya.(hargo/jpg)