Nelayan Ilegal, Dua Hari Diperiksa Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

Nelayan asal bajo yang ditangkap saat melakukan penangkapan ikan menggunakan bom rakitan di perairan Torsiaje, kini sudah ditahan Dit Polair Polda Gorontalo Selasa, (19/4/16). (Foto : Roy/Gorontalo Post/hargo)

Hargo.co.id GORONTALO -luasnya wilayah laut Indonesia di mana nomor 2 terbesar di dunia, membuat perjalanan menggunakan kapal induk lebih efektif, Tak hanya dengan luasnya Indonesia juga memiliki berbagai macam ragam ikan yang merupakan icon indonesia.

Namun di sisil lain banyak yang merusak ekosistim laut, Seperti halnya yang dilkukan oleh Kedua nelayan asal Bajo, menangkap ikan dengan Menggunakan bom rakitan.

Syukur dari pihak Kepolisian tidak tinggal diam, mereka langsung melakukan penangkapan terhadap kedua nelayan itu.

Setelah melalui proses pemeriksaan secara marathon selama dua hari. Dua oknum nelayan yang diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan bom rakitan di wilayah perairan Torsiaje, Kabupaten Pohuwato akhirnya resmi ditahan Direktorat Polair Polda Gorontalo.

“Iya benar kami sudah menahan kedua oknum nelayan inisial AB (47) alias Ance, WB, (27) alias Weldi setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus illegal fishing atau penangkapan ikan secara ilegal,”kata Direktur Polair Polda Gorontalo Kombes Pol Drs Edion saat diwawancarai Gorontalo Post(hargo.co.id) Selasa (19/4).