Oknum Dosen Dipolisikan, Pernyataan DY Tak Ada Kaitan dengan Institusi

ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Kabar adanya oknum dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) yang dipolisikan, mengundang perhatian civitas akademika IAIN Sultan Amai Gorontalo. Salah satunya datang dari Sumarlin Adam, salah seorang dosen IAIN Sultan Amai Gorontalo. Ia pun menegaskan bila persoalan yang ada sifatnya personal dan tak ada hubungannya dengan kelembaaan.

“Adapun pokok persoalan yang saat ini diadukan ke Kepolisian adalah perilaku individu. Tak ada sangkut pautnya dengan lembaga/organisasi,” ujar Sumarlin Adam yang juga mengoreksi judul Gorontalo Post “Dosen IAIN Dipolisikan” edisi Kamis (19/10).

Menurut Sumarlin Adam, pernyataan oknum DY merupakan perilaku perorangan yang tak bisa digeneralisir dan disangkutpautkan secara umum. Baik secara kelembagaan/organisasi maupun civitas akademika.

Meski begitu, secara pribadi mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo itu berharap, permasalahan yang ada bisa diselesaikan secara kekeluargaan tanpa melalui mekanisme legitasi dan mediasi (pengadilan,red).

“Saya menghormati dan tak bermaksud mencampuri. Tetapi dalam pola pikir positif saya, alangkah baiknya ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” kata Sumarlin Adam.
“Apalagi mengingat yang bersangkutan statusnya honorer, kemudian memiliki tanggungan keluarga.

Tujuannya tentu bukan untuk memenjarakan tetapi mengubah perilaku yang bersangkutan. Sehingga tak ada salah disampaikan kepada pimpinan lembaga. Dan saya yakin pimpinan akan mengambil kebijakan yang arif dan tegas,” sambung Sumarlin Adam menekankan.

Lebih lanjut Sumarlin Adam mengungkapkan, dirinya berkeyakinan bila DY sebagai seorang oknum dosen tak bermaksud untuk menjelekkan pasangan Anies-Sandi. Selain itu bisa saja DY bermaksud untuk memberikan pesan berkaitan demokrasi.

Apalagi saat ini Gorontalo akan melaksanakan Pilkada, sehingga tujuannya untuk sekadar mengingatkan untuk mengedepankan niat baik dan unsur kehalalan.
“Tapi ini dari perpektif berpikir positif saya. Dan sekali lagi ini bukan bermaksud mencampuri atau menghalangi,” tandasnya.(san/hg)