Oknum Guru ‘Killer’ Diganjar Tak Bisa Mengajar

Ilustrasi Guru 'killer'

Hargo.co.id Gorontalo – Oknum Guru ‘Killer’ istilah (guru jahat di sekolah) inisial ER yang diduga melakukan kekerasan fisik terhadap tujuh siswinnya akhirnya membayar mahal perbuannya.

Ini setelah pihak Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Gorontalo memberikan sanksi tegas kepada oknum guru di SDN 1 Muhammadiyah Limboto itu berupa ganjaran tak bisa mengajar lagi di dalam kelas. Parahnya lagi, pihak Diknas memindahkan ER ke kantor Diknas dengan posisi staf biasa.

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo, Lilian Rahman saat dimintai tanggapan Gorontalo Post terkait kejadian penganiayaan yang dialami oleh ketujuh siswa oleh oknum guru itu.

Lilian Rahman menegaskan, pihaknya telah menangani dengan cepat persoalan tersebut dengan memediasi antara oknum guru yang bersangkutan dengan para orang tua siswa. “Kita sudah lakukan mediasi, sehingga pada hari itu juga dari para orang tua siswa maupun guru, sudah saling memaafakan,”ungkapnya.

Lilian Rahman juga menambahkan, jika pihaknya sudah memberikan sanksi kepada oknum guru yang bersangkutan, dengan menariknya dari sekolah tempat dirinya mengajar ke kantor Diknas sebagai staf biasa.”Sekarang yang bersangkutan sudah kami tarik, dan tidak dijinkan lagi untuk mengajar di sekolah,”tegasnya.

Gobel Labantu, salah satu orang tua siswi kepada awak koran ini mengungkapkan, dirinya bersama beberapa orang tua lainnya sudah sangat puas dengan sanksi tegas dari pihak Diknas dengan memindah tugaskan oknum guru yang bersangkutan untuk tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.

Namun demikian, Gobel Labantu mengatakan, jika kondisi mental para siswi yang menjadi korban penganiayaan oknum guru itu saat ini, masih sedikit ada ketakutan bahkan trauma jika bertemu oknum guru tersebut.

Pihaknya juga mengaku sangat bersyukur jika pihak Diknas langsung memberikan sanksi kepada oknum guru tersebut, karena beberapa anak mengaku, mereka diancam akan diberi hukuman oleh oknum guru itu jika melaporkan hal tersebut kepada orang tua “Kejadian ini saja bukan anak anak kami yang melapor, hanya teman-teman mereka yang menyampaikannya kepada kami, setelah kami cek, ternyata memang benar, anak kami dipukul seperti dan membekas seperti sekarang,”ungkapnya.

Sebelumnnya dari pantauan awak koran ini, kondisi siswi yang terkena pukulan oknum guru tersebut beberapa hari ini mulai merasakan demam, meski beberapa siswi sudah mulai beraktifitas seperti biasanya. Namun, kondisi mental para siswa masih belum pulih total, pasalnya para siswi masih sedikit takut dengan kejadian tersebut.
(tr-56)