Operasi Zebra Berakhir, Ranmor Ditindaki Mencapai..

BERAKHIR - Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia sejak awal November 2017 berakhir kemarin. Meski dinyatakan telah berakhir, bukan berarti operasi patuh serupa juga telah habis digelar, melainkan masyarakat diminta agar tetap patuh aturan berlalu lintas.

Hargo.co.id Gorontalo – Operasi Zebra yang dilaksanakan sejak tanggal 1 November 2017, sudah berakhir pada tanggal 14 November 2017. Dalam pelaksanaan Operasi Zebra ini, banyak kenderaan yang kena tilang karena melanggar tata tertib dalam berlalu lintas. Untuk itu setelah operasi Zebra ini diharapkan kepada masyarakat untuk tetap melengkapi surat-surat kenderaan dan juga tetap tertib dalam berlalu lintas.

Di Bone Bolango, tercatat selama pelaksanaan operasi Zebra ada 1.103 tilang yang dilayangkan Satuan Lalntas (Satlantas) pada para pelaggar saat operasi Zebra berlagsung selama 2 pekan terakhir ini. Jumlah tilang tersebut cukup fantastis ditahun ini.

Hal ini menggambarkan kesadaran warga dalam mengendara kenderaan di Bone Bolango masi sangtlah minim. Kasat Lantas Polres Bone Bolango. AKP . Arfandi Nurkamiden saat ditemui, Ia mengatakan, jumlah tilang pada operasi zebra kali sangat membludak.

Pasalnya pihaknya mencatat sampai dengan hari terakhir kemarin, selasa (14/11) operasi tersebut, ada tercatat 1.103 tilang yang dikantongi pihaknya saat ini. “Tidak hanya itu, kesadaran warga melengkapi kenderaan baik secara dokument kenderaan maupun standarisasi kelengkapan kenderaan ditahun ini menurun, dengan ditutupnya operasi zebra tahun ini, para pengendara kenderaan bisa lebih paham lagi tentang tata cara berkendara dengan teratur, “ungkapnya.

Operasi Zebra di Kabupaten Boalemo sedikitnya berhasil menjaring total 464 kendaraan bermotor baik roda dua, roda empat maupun bentor.
Kapolres Boalemo yang dikonfirmasi melalui Kasat Lantas AKP Dody Munandar menuturkan, secara umum, pelaksanaan operasi zebra di wilayah hukum Polres Boalemo kali ini berjalan dengan lancar dan normal.

Tingginya angka pelanggaran Lalu Lintas tersebut lanjut Dody, diharapkan akan bisa ditekan ke depannya.
“Angka ini terbilang cukup tinggi, dimana  pelanggaran seringkali terjaring pada titik titik non jalut protokol, di jalur ini banyak pengendara yang lalai dalam melengkapi kelayakan berkendara, baik dari segi surat suratan kendaraan,  kelayakan dalam standar keselamatan, maupun kelayakan kendaraan itu sendiri.

“Namun di hari hari selanjutnya hingga hari terakhir pada Selasa (14/11) kemarin, angka pelanggaran cenderung menurun meskipun terjadi fluktuasi angka.
“Ini membuktikan pelaksanaan operasi zebra ikut memberikan efek jera pada pelanggar lalu lintas,” tutur Belly.

Pelanggar yang paling banyak terjaring adalah pelanggar dalam Kabupaten, sementara untuk pengemudi dengam rute lintas daerah rata rata kata Belly memenuhi kelengkapan kendaraan mereka.
“Diantara pelanggar ada juga kalangan siswa, dan tentunya hal ini membutuhkan upaya pendekatan dalam bentuk sosialisasi yang lebih intens lagi,” tandas IPDA Belly.

Sementara di Kabupaten Gorontalo sendiri, pada hari terkahir, ada 100 kenderaan yang berhasil terjaring operasi Zebra. Ada 6 titik lokasi dilakukannya operasi oleh Polres Gorontalo di Kabupaten Gorontalo, Pos Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) telaga, depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Pentadio, depan Rumah Sakit Ainun Dutulanaa, depan Polres Gorontalo, area Air Mancur atau sekitar DPD II Golkar, dan di Kelurahan Tenilo perbatasan Limboto-Limboto Barat.

Lokasi yang paling banyak ditemukan pelanggar yakni di Pos Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) Telaga yang merupakan pintu masuk dari Kota Gorontalo ke Kabupaten Gorontalo dan juga sebaliknya.

“Sejal tanggal 1 November sampai hari ini, pelanggaran yang paling dominan adalah tidak menyalakan lampu utama untuk kendaraan roda dua,” ungkap Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP. Satrio Prayogo, SIK.

Dia juga menghimbau masyarakat, setelah operasi ini agar melengkapi surat-surat, perangkat-perangkat kendaraan, dan berkendara dengan regulasi atau aturan yang ada. Untuk menghindari kecelakaan yang akan merugikan pengendar itu sendiri. (Tr-54/GIP/Tr-58/hg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *