Ops… 200 Drum Sianida yang Disita Polda Gorontalo Kantongi Izin Perdagangan

Perwakilan CV Bonbol Jaya Abadi selaku pemilik 200 Drum Sianida mengklaim memiliki izin kepemilikan resmi dari pemerintah saat berkunjung ke Graha Pena, Kemarin, (11/3). (foto Caisar)

Hargo.co.id GORONTALO – Bahan berbahaya dan beracun Sianida yang disita Polda Gorontalo dari pemilik CV Bone Bolango (Bonbol) Jaya Abadi ternyata memiliki izin untuk di pasarkan di Gorontalo.

Izin tersebut dikeluarkan pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian Koperasi, dan UMKM.

“Sianida itu kita impor dari China. Kita punya Surat Izin Usaha Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2) dan izin Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKLUPL),” ujar Eggie bersama Burhan, selaku perwakilan CV Bonbol Jaya Abadi ketika mengunjungi Kantor Graha Pena, Kemarin, (11/3).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polda Gorontalo menyita B3 Sianida tersebut dari salah satu gudang beras di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango. Dari hasil pengembangan, B3 Sianida tersebut milik salah satu pengusaha di Kota Gorontalo inisial S alias Sam.

Menurut Eggie total Sianida yang disimpan tersebut hanya berjumlah 200 drum. Setiap drum berisi 50 kilogram. “Jadi totalnya hanya 10 ton, bukan 200 ton sebagaimana informasi yang beredar,” terang Eggie.

Di Kantor Graha Pena, Eggie dan Burhan juga ikut memperlihatkan surat izin pada awak media disertai 13 bukti sertifikat dari instansi terkait.

Eggie menyampaikan, pihaknya tak mau ada persepsi masyarakat yang berkembang bahwa kepemilikan B3 Sianida tersebut ilegal alias tak mengantongi izin.