Orang Cerdas Sudah Tentu Kritis?

Hargo.co.id,Zetizen-GP- Pernah gak sih Zetizen Gorontalo ketemu sama orang yang cerdas tapi sering melakukan hal-hal aneh yang bahkan bisa dikategorikan sebagai hal bodoh?

Yups, ini karena yang cerdas belum tentu kritis. Ada perbedaan yang cukup signifikan antara yang namanya cerdas dan kritis. Cerdas atau kecerdasan itu pada dasarnya adalah kemampuan belajar seseorang dalam memahami ide, simbol, atau hal-hal yang bersifat abstrak. Sedangkan kiritis atau berpikir kritis adalah keterampilan dalam menganalisis dan mengevaluasi pernyataan, serta mampu mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

So, beda kan antara yang cerdas sama yang kritis? Banyak nih yang bilang kalau orang yang cerdas itu belum tentu kritis, tapi yang kritis sudah pasti cerdas. Karena orang-orang yang kritis itu pada dasarnya lebih mengutamakan yang namanya analisa, bukan hanya sekedar memahami seperti yang sering dilakukan oleh mereka-mereka yang cerdas. Hal ini pula yang menyebabkan mereka yang cerdas sering kali melakukan hal-hal yang sedikit nyeleneh, seperti hal-hal berikut.

Pertama, mereka yang cerdas sering terlalu banyak berfikir daripada melakukan sesuatu. Akibatnya, hampir semua ide dan gagasan yang mereka buat tidak pernah mereka aplikasikan.

Kedua, mereka yang cerdas seringkali memandang sebelah mata kemampuan orang lain, sehingga membuat mereka tidak terbuka dan siklus pengetahuannya yaa disitu-situ aja karena merasa diri merekalah yang paling tahu.

Ketiga, mengukur kecerdasan dari tingkat pendidikan. Nah, ini nih yang paling serius. Paradigma tentang kecerdasan oleh orang-orang yang cerdas sealu berpatokan pada hal ini. Padahal, ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang luas tidak hanya bisa kita dapatkan di bangku pendidikan. Di sisi manapun dari dunia yang terbentang luas ini juga kita bisa jadikan sebagai lahan mencari ilmu serta menambah wawasan.

So, Zetizen Gorontlo pilih Cerdas atau Kritis? (ZT-11)

Iin Simbogolo
Keperawatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Sudut Pandang Tertentu 
Aku punya teman yang cerdas tapi dia enggak begitu kritis. Orangnya emang cepat memahami sesuatu tapi dalam hal penanganan dia masih butuh banyak belajar, kayak masih perlu banyak penelaan. Menurut aku sendiri cerdas belum tentu kritis wajar-wajar aja, tapi dilihat dari sudut pandang seperti apa dulu, karena sewaktu-waktu kita tetap dituntut untuk menjadi kritis. (ZT-10)

 

Nurhayati Panigoro
Ekonomi Syariah IAIN Sultan Amai Gorontalo

Sangat Disayangkan 
Orang yang cerdas tapi tidak kritis itu sama seperti keong. Buat apa jadi orang cerdas tapi hanya diam dan tidak mengkritisi masalah-masalah seperti dalam hal diskusi. Sangat disayangkan kalau yang cerdas tapi tidak kritis. (ZT-10)

 

Muhammad Fadel Ilato
Hukum, Universitas Negeri Gorontalo

Kritis Perlu Banyak Instrumen
Kritis itu tidak hanya menggunakan instrumen kecerdasan tapi juga butuh instrumen lain seperti mental. Dalam teori R. Matindas, ia menyatakan bahwa, “Berpikir kritis adalah aktivitas mental yang dilakukan untuk mengevaluasi kebenaran sebuah pernyataan”. Jadi cerdas belum tentu kritis itu benar, sebab untuk bisa kritis kita tidak hanya menggunakan instrumen tunggal dari kecerdasan. (ZT-11)