OTT Kadis Tihu Diadili

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan terhadap Kepala Desa Tihu, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango kemarin, di Pengadilan Tipikor Gorontalo.

Hargo.co.id Gorontalo  – Kepala Desa Tihu, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, Anton Hadia, kemarin, Kamis (23/11), akhirnya duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) untuk pertama kalinya terkait dengan kasus dugaan operasi tangkap tangan (OTT) yang diungkap pada Mei 2017 lalu oleh anggota Polres Bone Bolango.

Pantauan Gorontalo Post, pada sidang perdana Kamis (23/11) kemarin yang dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Hakim, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaannya terhadap terdakwa atas perkara dugaan korupsi pungutan liar pada pengurusan sertifikat Prona pada tahun anggaran 2015.

Terdakwa pada saat itu meminta anggaran sebesar Rp 150 ribu kepada masyarakat yang melakukan pengurusan sertifikat Prona. Dana tersebut kemudian diserahkan sebagian kepada salah seorang petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan sisanya dipergunakan secara pribadi oleh terdakwa.

“Atas perbuatan terdakwa, maka terdakwa didakwa dengan dakwaan alternative subsider kesatu primer melanggar Pasal 12 huruf e Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 junto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP junto Pasal 64 ayat 1 KUHP subsider Pasal 12 huruf e junto Pasal 12a Undang-Undang nomor 31 tahun 199 junto Undang-Undang nomor 20 tahun 2001,” jelas Jaksa Penuntut Umum (JPU Dedy Karto Ansiga yang juga menjabat sebagai Kasie Pidsus Kajari Bone Bolango ini.

Sementara itu, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya Muchlis Hasiru dan Supomo Lihawa menyatakan, tidak akan mengajukan replik terkait dengan dakwaan tersebut. “Kami menerima dakwaan tersebut,” ungkap Muchlis Hasiru dihadapan Majelis Hakim.

Usai pelaksanaan sidang tersebut, hakim akhirnya menunda sidang hingga Kamis 30 November dengan agenda menghadirkan saksi. (kif/hg)