Pantas Kota Gawat DBD, Dana Foging Lebih Banyak ke Perjalanan Dinas

Rapat kerja bersama dinas kesehatan Kota Gorontalo yang dipimpin wakil Walikota Gorontalo dr Budi Doku. Kini Kota Gorontalo berstatus KLB DBD. (foto istemewa/sumber WhatsApp)

Hargo.co.id  GORONTALO – Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Kota Gorontalo hingga kini masih menjadi pekerjaan berat pemerintah Kota Gorontalo.

Disaat kepala daerah memerintahkan agar memaksimalkan penanganan serius kasus DBD, malah dana yang akan digunakan untuk penagulangan malah dipakai untuk perjalanan dinas.

Ini terungkap dari rapat kerja bersama Wakil Walikota Gorontalo Budi Doku bersama jajaran dinas kesehatan Kota Kesehatan.

Dana Rp 100 juta yang sedianya digunakan untuk foging di masyarakat, sebagian besarnya hanya dipakai untuk perjalanan dinas ke Jakarta.

“Baru rapat dengan dinas kesehatan. Uang Rp 100 juta untuk foging, disunat Rp 60 juta untuk perjalanan dinas. Pantas tidak maksimal,” kata Budi Doku lewat pesan di salah satu grup WhatsApp.

Sejak awal tahun ini sudah ada empat warga yang meninggal lantaran DBD. Dengan jumlah korban jiwa yang terus bertambah, status penularan DBD di Kota Gorontalo boleh dikata sudah masuk kategori lampu kuning.

Pasalnya, bila sampai Maret 2016 mendatang, korban jiwa akibat DBD masih bertambah maka bisa saja Kota Gorontalo masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sebelumnya kepala dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr.Nur Albar yang dikonfrimasi Gorontalo Post (grup hargo.co.id) bahwa pihaknya sudah secara maksimal melakukan pencegahan DBD.

“Tentunya setelah menerima hasil laporan dari komite medik yang ada, setelah itu baru kita akan bahas apakah sudah sesuai atau tidak. Mengenai pencegahan penyakit DBD berbagai upaya telah kami lakukan. Baik itu upaya prefentif maupun promotif terus kita lakukan saat ini,” ujar Nur Albar beberapa hari lalu. (ndi/nat/hargo)