Parkiran Masjid Agung Mulai Tak Aman

Sepeda motor Yamaha Mio milik Taufik yang dibobol pelaku di parkiram Masjid Agung Baiturrahman Limboto, kemarin.

Usai Salat Jumat, Warga Kerap Kecurian

LIMBOTO Hargo.co.id – Mungkin ini ujian bagi Taufik (23) warga Desa Pinontoyonga, Atinggola, Gorontalo Utara (Gorut) ini. Taufik kehilangan barang-barangnya setelah bagasi sepeda motornya dijebol ketika sedang melaksanakan salat Jumat di masjid Agung Baiturahman Limboto, kemarin (11/8).

Ternyata, kejadian yang menimpa Taufik ini adalah yang kesekian kalinya. Menurut informasi dari warga setempat, pelaku kerap beraksi saat warga melaksanakan salat, terutama salat Jumat.

Motifnya sama, si pelaku membobol bagasi sepeda motor atau dengan cara merusaknya. Sasarannya pun tepat sehingga banyak warga yang beranggapan bahwa si pelaku mungkin saja sudah memantau calon mangsanya saat memarkir kendaraan di halaman rumah Allah ini.

Adapun beberapa barang milik Taufik yang hilang berupa kamera, dompet serta uang tunai. Taufik baru mengetahuinya setelah usai melaksanaan salat Jumat saat kembali ke tempat parkir. Karyawan di salah satu perusahaan swasta ini pun awalnya terkejut melihat sepeda motor miliknya sudah tak lagi berada di tempat semula.

Taufik pun mencari di sekeliling masjid. Dia mendapati sepeda motor Yamaha Mio miliknya sudah berpindah tempat. Setelah diperiksa, barang perlengkapan yang sebelumnya ditaruh dalam bagasi motor sudah kosong. Semuanya hilang. Setelah melakukan pencarian di sekeliling area masjid, Taufik bersama rekan-rekannya tidak menemukan satu petunjuk pun.

Kepada Gorontalo Post, Taufik menyayangkan fasilitas di sekeliling masjid belum dilengkapi pengamanan seperti kamera CCTV. “Yang saya tahu, kejadian seperti ini bukan hanya satu kali ini saja, sudah berulang kali tapi tidak ada solusi, seperti memasang kamera CCTV di dalam hingga luar masjid,” kata Taufik.

Dia berharap, peristiwa ini tidak boleh dibiarkan dan harus menjadi perhatian. Karena bukan tidak mungkin kejadian serupa bakal terulang. Taufik mengaku sudah merugi jutaan rupiah dan melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

Sementara itu, penjaga Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Samin, mengakui bahwa pihaknya belum memiliki pengamanan khusus, namun hanya sebatas pemantauan. “Kami tidak tahu yang pindah-pindah motor di parkiran itu yang punya atau bukan.

Tidak mungkin juga dilarang,” kata Samin. Namun, pihak pengelola masjid sejatinya sudah menyediakan tempat penitipan barang-barang berharga. “Untuk itu kami sampaikan jaga baik-baik barang berharga, dan kami sudah memiliki tempat penyimpanan barang berharga,” pungkasnya.(tr-56/asl/hg)

TINGGALKAN BALASAN