Pedagang Barang Ospek Menjamur, Tas Kresek Dijual Rp 5.000 per pics

Salah satu lapak dadakan milik para penjual perlengkapan ospek "Musiman", di jalan Jenderal Sudirman, depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo, jumat (11/8) (F. Yudhistirah Saleh/ GOrontalo Post)

Berkah dari Kegiatan MOMB di Kampus UNG

Masa Orientasi Mahasiswa Baru (MOMB) atau yang lebih dikenal dengan Ospek (Orientasi Studi Pengenalan Kampus) yang digelar oleh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) rupanya punya berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang “musiman” yang selalu hadir tiap tahunnya.

Yudistira Saleh – GORONTALO

Hargo.co.id – Puluhan lapak berjejer di emperan kampus UNG, kemarin, Jumat (11/8). Mereka muncul tepatnya pada sore hari hingga malam hari. Namun, lapak ini tidak biasanya menjual barang-barang tertentu.

Yang mereka jual diantaranya adalah tas kresek, tali sepatu, pita warna-warni, caping, tali rafia, karton, dot dan lain-lain.

Ternyata, direktori barang tersebut merupakan keperluan untuk ospek bagi mahasiswa baru UNG.

Sesekali para penjual yang didominasi oleh ibu-ibu itu berdiri di pinggiran jalan sembari menawarkan dagangan mereka kepada para mahasiswa baru yang memang mudah dikenali melalui pakaian serta model rambut mereka. Bak gayung bersambut, mahasiswa baru ini pun nampak menepi dan berbelanja di tempat mereka.

Penasaran, tim Gorontalo Post pun berpura-pura menjadi pembeli dan mencoba menanyakan harga dari sejumlah perlengkapan ospek itu. Dan luar biasa, harga yang dipatok untuk setiap perlengkapan ospek itu naik berkali-kali lipat. Untuk tas kresek ukuran jumbo saja, dibandrol dengan harga Rp 5.000 per pics. Padahal, jika di warung-warung biasa, harga tas kresek itu dijual tidak lebih dari Rp 1.500 per pics.

Ironinya, setelah ditanya lebih jauh, selain tas kresek, hampir seluruh perlengkapan ospek yang mereka jual itu naik. Untuk kaos kaki saja, dibanderol dengan harga Rp 15.000 per satu pasang. Sedangkan pita warna-warni dijual dengan harga Rp 5.000 per 3 meter. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, harga tali sepatu dijual dengan harga Rp 10.000 per pasang.

Rina, salah seorang pedagang dadakan itu saat diwawancarai Gorontalo Post mengaku harga jual dari barang perlengkapan ospek ini memang sedikit lebih mahal karena untuk mendapatkannya juga terbilang sangat susah.

“Itu nggak mahal pak, cuma memang susah saja carinya, jadi kalau tidak mau beli juga kami tidak memaksa,” ujar wanita yang mengaku sudah dua kali menjadi pedagang dadakan khusus ospek itu. Namun menurut Rina, sejauh ini dengan harga yang mereka jual kenakan itu belum ada seorang pun dari mahasiswa baru yang komplain.

Salah seorang mahasiswa, Rizki Rahman, mengatakan, meskipun dijual dengan harga yang cukup tinggi, dia dan rekan-rekannya tidak akan keberatan. Karena kehadiran para pedagang perlengkapan ospek dadakan itu sangat membantu.

“Jadi kami tidak perlu capek-capek lagi untuk mencari perlengkapan ospek yang dipesan oleh para senior-senior. Karena waktu kami sangat terbatas, pulang malam dan bangun pagi-pagi sekali, mana ada waktu mencari di toko-toko,” tandasnya.(*/asl/hg)