Pelindo III Kaji Sharing Profit dengan Pemkot

PELABUHAN BENOA: Suasana Pelabuhan Benoa saat diabadikan beberapa waktu lalu (Miftahuddin Halim/Radar Bali)

Hargo.co.id – Hingga saat ini sharing profit dari pengembangan pelabuhan Benoa oleh Pelindo III belum menemui titik temu.

General Manager Pelindo III Pelabuhan Benoa Wayan Eka Saputra kemarin mengatakan, masih melakukan pembahasan di internal Pelindo III maupun dengan pihak Pemkot Denpasar.

Eka mengatakan, ke depan bentuk kerjasama dengan pihak Pemkot Denpasar dalam bentuk sharing profit dengan persentase 40 persen untuk Pemkot, 60 persen milik Pelindo III.

Nantinya 40 persen ini akan dikelola bersama melalui anak cucu perusahaan. Seperti pengembangan hotel atau lini usaha lainnya.

“Kemungkinan akan seperti itu. Nanti akan kami bahas dengan Pemkot Denpasar seperti apa teknisnya,” ujarnya.

Dia berharap, antara Pelindo III dengan Pemkot Denpasar bisa menyamakan persepsi soal kerjasama yang dibangun sehingga bisa memberi kontribusi kepada Pemkot Denpasar.

Salah satunya untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kami akan intens mengomunikasikan masalah ini,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gajah meminta agar antara Pelindo III dan Pemkot Denpasar

bisa tumbuh bersama dengan memberi kontribusi berupa peningkatan PAD Kota Denpasar.  “Pelindo besar, Pemkot Denpasar ada peningkatan PAD,” paparnya.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Benoa bakal diperluas 143 hektare. Pelabuhan juga bakal dikeruk sedalam 12 meter. Saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

Tujuan pengembangan Pelabuhan Benoa untuk meningkatkan kedatangan kapal pesiar dan juga persiapan IMF-World Bank Annual Meetings pada Oktober 2018 mendatang.

Untuk pengerukan dan pelebaran tersebut akan menelan dana sebesar Rp 1,2 triliun, sedangkan untuk pengembangan infrastruktur menghabiskan dana Rp 500 miliar, sehingga total dana yang dihabiskan mencapai Rp 1,7 triliun.

(rb/zul/mus/mus/JPR/hg)