Pemadaman Rugikan UMKM

0
ilustrasi pemadaman

Hargo.co.id TILAMUTA – Pemadaman listrik yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Gorontalo belakangan, membuat gerah kalangan wakil rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Boalemo.

Pasalnya, pemadaman yang dilakukan dinilai sudah tak kenal waktu, siang-malam. Kondisi itu jelas sudah sangat merugikan masyarakat.

Penilaian itu sebagaimana disampiakan Aswan Djamaludin, Aleg Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Boalemo.

Aswan menilai bahwa pemadaman listrik yang terjadi belakangan sudah sangat merugikan masyarakat, teruatama pelaku industri kecil-menengah.

Kelompok yang terakhir ini dinilai sangat bergantung pada pasokan listrik PLN untuk usaha mereka.

“Ini jelas sangat memprihatinkan, sudah dimatikan di siang hari selama berjam-jam, toh pada malam harinya juga padam. Tolonglah PLN bisa mengatur jadwal pemadaman, kalau misalkan siang hari dipadamkan di wilayah Kecamatan Tilamuta dan sekitarnya, maka di malam hari jangan dipadamkan lagi,” ungkap Politisi, alumnus Magister Teknik UMI Makassar itu.

Ia pun berharap PLN bisa mengatasi defisit lsitrik yang terjadi.

Jangan sampai Pemerintah Provinsi hanya memberikan janji – janji akan memnuntaskan masalah lisitik, akan tetapi relita di lapangan listrik masih menjadi momok hingga dibelahan pelosok Gorontalo.

“Saat ini sudah tahun 2016, semestinya persoalan listrik sudah tuntas. Sehingga masyarakat bisa bekerja dengan nyaman dan tenang, dan aktivitas disemua lembaga kantor bisa berjalan dengan maksimal,” tambah Anggota Komisi III DPRD itu.

Kepala PLN Sub Rayon Tilamuta Eris Husain memohonkan maaf seluruh masyarakat Boalemo atas pemadaman listrik, karena ada gangguan sytem kelistrikan di wilayah Gorontalo dan Sulut.

“Sistem kelistrikan Gorontalo dan Sulut sejak pukul 14.30 wita Sabtu (16/1) mengalami ganguan suplai listrik, dengan upaya pemulihan suplai lsitrik dilakukan secara bertahap,” ungkapnya.(Tr-30/dix/hargo)