Pembagian Petak Pasar Liluwo Nyaris Ricuh

Suasana di pasar Liluwo Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo yang berlangsung tegang, Selasa (8/3) malam. (Foto: Natha/Gorontalo Post).

Hargo.co.id GORONTALO – Pengumuman hak penempatan los dan petak di Pasar Tradisional Liluwo Kota Gorontalo, nyaris ricuh, Selasa (8/3) malam.

Ketegangan ini terjadi antara dua kelompok yang mengatasnamakan dirinya Asosiasi Pedagang Pasar Liluwo dan Kelompok warga yang mengaku sebagai pengelola pasar tradisional Liluwo.

Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), perdebatan keras antara kedua kelompok ini terjadi saat Pemerintah Kota Gorontalo dalam hal ini Dinas Pengelola Pasar Kota Gorontalo mengumumkan sejumlah nama yang berhak menempati los yang ada di Pasar Tradisional Liluwo Kota Gorontalo.

Dari hasil pengumuman inilah yang kemudian menjadi pemicu perdebatan antara dua kelompok warga ini.

Pasalnya, Asosiasi pedagang pasar Liluwo yang merupakan perkumpulan sejumlah pedagang lama pasar liluwo menuding, adanya kongkalingkong antara pengelola pasar dan sejumlah pemilik modal besar agar bisa mendapat kesempatan lebih besar untuk menempati sejumlah los dan lapak yang ada di Pasar Tradisional Kota Gorontalo.

Beruntung ketegangan ini langsung mencair setelah sejumlah Anggota Polri dan TNI Angkatan Darat berusaha menenangkan kedua kubu yang tengah berdebat panjang.

Wiwi, salah seorang pedagang pasar lama mengatakan, seharusnya Dinas Pasar Kota Gorontalo bisa lebih bijaksana dengan memprioritaskan para pedagang lama untuk bisa menempati Pasar Tradisional Liluwo Kota Gorontalo.

Perdebatan ini berlangsung cukup lama, dan baru berakhir Rabu (9/3) pukul 02.00 dini hari. Hal ini terjadi setelah Dinas pengelola pasar akhirnya mengakomodir sedikitnya 80 pedagang lama pasar liluwo Kota GOrontalo untuk mendapat tempat di Pasar Tradisonal Liluwo Di Kota Gorontalo. (tr-45/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →