Penemuan Bayi di Batudaa Pantai, Tubuhnya Masih Merah, Tali Pusarnya Belum Terpotong

Penemuan Bayi di desa Lopo Batudaa Pantai. (foto humas Polda Gorontalo for Hargo.co.id)

Hargo.co.id BATUDAA – Penemuan bayi dusun Jambura, Desa Lopo Kecamatan Batudaa Pantai ditemukan tanpa menggunakan pakaian di badannya. Bayi yang masih merah dan memiliki tali pusar tersebut diduga dibuang oleh ibunya yang tak menginginkan kehadiran sang bayi.

Bayi malang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan warga di bawah jembatan di dusun Jambura, Sabtu (13/2) pagi.

Rise Hanapi adalah orang pertama yang melihat bayi malang tanpa busana itu. Kepada kepolisian Rise mengatakan bahwa saat itu ia hendak mengambil bambu di sekitar jembatan. Tiba-tiba ia mendengar suara tangisan bayi di jembatan tersebut. Penasaran dengan tangisan itu, ia lantas memeriksanya.

Seolah tak percaya, Rise melihat bayi yang masih berlumuran darah dengan tali pusar bersama ari-ari sang bayi yang belum terpotong.

Takut, Rise tak langsung mengambil bayi tersebut, ia lantas melaporkan penemuan bayi itu ke Kepala Desa Lopo. Bersama kepala desa dan masyarakat, bayi tersebut dievakuasi warga di Pustu desa Lopo.

“Langsung ditangani medis oleh petugas kesehatan Pustu Lopo,” tulis rilis yang dikirim Polda Gorontalo kepada hargo.co.id.

Selanjutnya bayi malang itu dirawat keluarga Erwis Ahmad alamat Desa Lopo Kec. Batudaa Pantai dan kini kondisinya dalam keadaan sehat.

Dari hasil penyelidikan kepolisian telah mengamankan seorang wanita yang diduga sebagai pelaku pembuang bayi tersebut.

“Kami sudah mengamankan salah satu wanita yang dicurigai. Kini kepolisian Polres Gorontalo masih melakukan penyidikan terhadap wanita tersebut” kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Bagus Santoso dalam rilis yang dikirim kepada hargo.co.id. (ndi/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →