Pengakuan JK, Mantan Pengikut Gafatar yang Berhasil Pulang ke Gorontalo

EX Gafatar (kanan) memberi penjelasan cerita pengalaman semasa di Kalimantan Barat dihadapan awak media usai diintrogasi oleh petugas kepolisian Polda Gorontalo. Rabu (27/1). (foto: Natha Gorontalo Post)

Januari 2014 silam, JK sempat diliputi perasaan riang gembira. Pria Gorontalo itu membayangkan pendapatan yang melimpah, rumah yang besar dan tanah yang luas. Namun, bayangan itu ternyata hanyalah janji kosong.

Yang ada malah dia dan keluarganya terkurung di kamp Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Desa Kampung Mendung, Kecamatan Muara Pahu, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

================Yudistirah Saleh, Gorontalo

Pria berkulit sawo matang itu tak henti-hentinya memanjatkan puji syukur.

Senyum lebar menghiasi wajah. Walaupun begitu, sorot matanya masih menyimpan kekhawatiran. Apalagi meski sudah berada di kampung halaman, ancaman akan dihabisi dari orang tak dikenal masih saja diterimanya baik melalui telepon maupun pesan singkat.

Begitulah kondisi yang dialami JK, salah seorang mantan pengikut organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang berhasil pulang ke Gorontalo.

Meski sudah berada di Gorontalo, JK masih khawatir akan keselamatan ia dan keluarga.

“Saya masih sering diancam pak, agar saya tidak membocorkan rahasia Gafatar kepada siapapun,” tegas ketika ditemui Gorontalo Post (grup Hargo.co.id), Rabu (27/1) lalu.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →