Penggunaan Kata ‘Bola’ for Bonbol Dicekam

Bone bolango

Hargo.co.id Gorontalo  – Penggunaan kata atau istilah Bola untuk nama Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) belakangan ini mulai menuai sorotan bahkan kecaman sejumlah kalangan warga terutama para tokoh pejuang pembentukan daerah Kabupaten Bone Bolango.

Salah satunya Yos Wartabone selaku Ketua Dewan Pembina Komite Solidaritas Pembentukan Kabupaten Baru(KSPKB) mengutarakan kekecewaannya itu saat pertemuan penetapan tanggal HUT Bonbol di ruang sidang DPRD Bonbol Senin (11/12), kemarin.

Pria yang akrab disapa om Yos itu mengaku bahwa dirinya terkadang kerap mendengar bahkan membaca tulisan yang memakai sebutan Bonbol dengan istilah Bola sekalipun di media masa maupun di Media Sosial (Medsos). Menurutnya, penggunaan istilah Bola untuk nama Bone Bolango itu tidak sesuai atau bahkan tidak pantas.

Alasannya, nama Bone Bolango sudah ketetapan baku sejak awal daerah diperjuangkan terbentuk menjadi sebuah kabupaten. Saat itu untuk memakai nama daerah pun butuh perjuangan terlebih dahulu untuk dipikirkan dengan seksama. Nama Bonbol akhirnya diambil karena sudah melewati sejumlah pertimbangan yang matang dan kajian yang teliti.

” Kalau saya dengar orang sebut Bonbol dengan istilah Bola, itu malah menggelitik saya dan saya tentu tidak terima itu. Nama Bonbol sangat sakral, jadi tidak perlu dirubah-rubah, “keluh putra Almarhum Pahlawan nasional Nani Wartabone itu.

Bahkan, serupa keluhan Arjun Mogulaingo pun menyatakan sangat menolak keras jika seandainya istilah Bola masih juga dipakai kesehariannya dalam menyebut Bonbol. Baginya itu tidak boleh. ” Kami tidak terima sekali jika pakai istilah Bola, ” singgungnya. Sejumlah tokoh pejuang daerah Kabupaten Bonbol sepakat menolak dan tidak terima istilah Bola masih dipakai.

Bahkan Udin Maksum salah satu tokoh budayawan yang termasuk pejuang KSPKB sempat membeberkan bahwa sejarah dipakai nama Bonbol itu berawal sejak perjuangan pembentukan daerah Bonbol menjadi Kabupaten dibentuk ditahun 2002 silam.

Saat itu ia menceritakan bahwa banyak pilihan nama yang disodorkan untuk dipakai dalam sebutan daerah Bonbol.

Salah satunya adalah sebutan nama yang dicetuskannya yakni Bonda Bulango. Dua kata itu diambilnya atas pertimbangan pendekatan bentuk dua dataran budaya dan kultur daerah sebab jika banyak orang mengenal bahwa nama Bone Bolango diambil dari nama dua sungai besar yang mengapit didaerah. Maka ia lebih cenderung memilih kata Bonda Bulango.

” Bone itu hanya bahasa Indonesianya untuk menyebut nama sungai Bone tapi sebenarnya sebutan Gorontalonya adalah Bonda. Ini juga atas pertimbangan aspek pendekatan pada dua dataran kerajaan Bulango dan kerajaan Bonda, “tandasnya.

Sementara Asisten satu Taufik Sidiki saat hadir dalam pertemuan itu turut menjawab langsung persoalan itu. Menurutnya itu bukanlah sebuah sebutan baku, namun sering kalinya timbul dijadikan orang sebagai istilah semata. “Jadi belum ada yang membakukan istilah Bola itu untuk nama kabupaten Bone Bolango. Itu hanya istilah saja,”tutup Taufik Sidiki. (csr/hg)