Penjaringan Golkar Didominasi Kader, Idah Habibie-Yanto Koniyo Jadi Sandungan Marten Taha

Idah Syahidah Habibie

GORONTALO Hargo.co.id – Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo Marten Taha, akhirnya mendapatkan lawan tangguh dalam perebutan rekomendasi calon walikota Partai Golkar.

Tak tanggung-tanggung, penantangnya adalah istri Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yaitu Idah Syaidah. Serta, Sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo Ferdiyanto Koniyo yang akrab dengan panggilan Yanto. Keduanya sudah memastikan diri akan ikut penjaringan calon walikota partai Golkar.

“Timnya ibu Idah sudah datang untuk mengambil formulir (penjaringan calon.red). Kemungkinan ibu Idah akan mendaftar pada Jumat (hari ini,red) atau besoknya Sabtu. Sementara pak Yanto Koniyo juga sudah memberikan konfirmasi akan mendaftar,” ungkap ketua tim penjaringan, Sabri Batalipu, saat ditemui di kantor DPD II Partai Golkar kota Gorontalo, Kamis (10/8).

Golkar membuka pendaftaran penjaringan calon walikota-wakil walikota sejak Rabu (9/8) lalu dan akan berakhir Sabtu (12/8) mendatang. Ada empat figur yang sudah mendaftar. Yaitu tiga kader Golkar masing-masing Marten Taha, Yunus Nusi dan Fikram Salilama.

Serta satu pendaftar dari eksternal Golkar yaitu Ketua DPC Demokrat Kota Gorontalo Erman Latjengke. Tapi yang ikut penjaringan calon walikota hanya Marten Taha. Sementara tiga lainnya mendaftar untuk penjaringan calon wakil walikota.

Keputusan Idah dan Yanto ikut penjaringan calon walikota itu, tentu bisa menjadi sandungan bagi Marten Taha dalam mendapatkan rekomendasi partai. Karena Idah dan Yanto tidak bisa dipandang remeh. Kedunya juga punya peluang yang sama dengan Marten Taha untuk mendapatkan rekomendasi DPP.

Apalagi kalau Rusli Habibie sebagai Ketua DPD I Golkar Gorontalo sampai turun tangan membantu Idah dan Yanto dalam mendapatkan dukungan DPP Golkar. Rival Marten dalam perebutan rekomendasi calon walikota, kemungkinan besar masih akan bertambah. Pasalnya Mantan Walikota Gorontalo Adhan Dambea yang kini menjadi Ketua DPD Hanura Gorontalo, terinformasi bakal ikut mendaftar.

Persaingan ketat juga terjadi untuk perebutan rekomendasi calon wakil walikota. Selain tiga nama yang sudah mendaftar yaitu Fikram Salilama, Yunus Nusi dan Erman Latjengke, masih ada nama-nama lain yang juga akan ikut penjaringan.

Yaitu Wakil Walikota Budi Doku, mantan Ketua Golkar Bone Bolango Ali Sucipto Sidiki serta politisi muda Golkar Riyan Kono yang merupakan putra dari anggota DPR-RI dapil Gorontalo Roem Kono. “Tim-nya pak OPS dan Riyan juga sudah mengambil formulir. Pendaftaran ini kita buka sampai dengan Sabtu pukul 16.00 wita,” ungkap Sabri Batalipu.

Dari 9 nama yang sudah mendaftar dan mengambil formulir pendaftaran, terlihat bahwa peserta penjaringan didominasi oleh kader Golkar. Hanya dua nama yang bukan dari internal partai. Yaitu Idah Syaidah yang berlatar belakang PNS serta Erman Latjengke yang merupakan kader Demokrat.

Menyangkut banyaknya kader partai yang ikut penjaringan, Marthen Taha tidak mempersoalkannya. Karena penjaringan yang dilakukan oleh Golkar kota Gorontalo ini terbuka untuk siapa saja baik kader internal maupun figur eksternal. “Semua masih memiliki peluang yang sama di Golkar,” ungkap Marthen Taha.

Meski diunggulkan karena menjadi ketua partai sekaligus petahana, Marten mengatakan dirinya tidak mau terlena dengan situasi itu. “Saya harus terus bekerja maksimal untuk mendapatkan kepercayaan partai dan rakyat kota Gorontalo untuk ikut Pilwako,” kata Marthen Taha. (wan/hg)