Penukaran Uang Baru! 2,8 Miliar Ludes dalam Empat Jam

0
Antusias masyarakat Gorontalo menukarkan uang emisi baru pecahan kecil yang digelar Bank Indonesia di halaman kantor Walikota Gorontalo. Dalam 4 jam uang baru Rp. 2,8 Miliar ludes ditukar warga.

GORONTALO Hargo.co.id – Jelang lebaran Idul Fitri, animo masyarakat Gorontalo untuk menukarkan uang baru sangat tinggi. Pelayanan penukaran uang baru yang dilakukan Bank Indonesia (BI) perwakilan Gorontalo, Senin (19/6) di kompleks kantor Walikota Gorontalo langsung diserbu warga. Sebanyak Rp 2,8 miliar uang emisi baru dengan berbagai pecahan rupiah ludes hanya dalam waktu sekira empat jam.

Sejak pelayanan dibuka mulai pukul 08.00 wita, masyarakat sudah berkerumun di loket penukaran. Awalnya bagi warga yang ingin mendapatkan pelayanan, terlebih dahulu mendapatkan nomor antrian. BI menyiapkan kurang lebih 750 nomor antrian. Hanya sekira satu jam, seluruh nomor antrian sudah habis dikantongi warga. Satu persatu warga dilayani.

Tak sampai pukul 13.00 wita atau usai waktu zuhur, pelayanan sudah ditutup karena uang baru yang disiapkan Rp 2,8 miliar ludes. Sebelumnya, karena nomor antrian yang disiapkan terbatas, masyarakat yang tidak kebagian nomor antrian merengsek hingga dekat meja loket penukaran uang. “Banyak orang yang melakukan penukaran uang, sehingga nomor antrian yang dikasih sudah tidak terpakai, jadinya kami yang duduk dari pagi, sudah di dahului oleh yang datang belakangan”ujar Nurmala Salah Satu warga.

Kepala Satuan Layanan Administrasi Bank Indonesia Gorontalo, Abdullah mengatakan, antusias warga untuk menukarkan uang baru sangat tinggi, dan meningkat jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Mungkin saja lonjakan penukaran uang ini di sebabkan dengan adanya uang emisi baru yang kami edar, jadinya lonjakan penukaran itu di akibatkan banyak yang berburu uang baru,”katanya.

Masyarakat paling banyak menukarkan uang dengan pecahan Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000. Sementara untuk pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000, hanya kalangan tertentu saja. “Pecahan Rp 5.000 ke bawah capat habis,”ujar Abdullah. Setiap warga maksimal dilayani penukaran uang hingga Rp 4 juta. Untuk pelayanan penukaran uang baru, akan digelar BI selama 4 hari, dimulai kemarin.

Hari ini (20/6) akan berlangsung di halaman kantor walikota. Besok, 21-22 juni akan dilayani di halaman rumah dinas Gubernur Gorontalo. Pelayanan serupa juga dilakukan di lapangan Ormas, Marisa Pohuwato, yang akan berlangsung hingga 21 Juni 2017.

Di Pohuwato, penukaran uang baru juga dipadati warga. Antrian bahkan mencapai 400 orang. “Alhamdulillah tahun ini kami bisa terlayani dengan baik. Kalau tahun-tahun sebelumnya susah sekali pak untuk tukar uang. Padahal ini untuk pemberian zakat,” kata Simson Hasan, warga setempat.

Sementara itu, Kepala Bank SulutGo Cabang Marisa, Rudiyanto Katili yang didampingi pihak Bank Indonesia (BI) menjelaskan, penukaran uang baru dengan dominan pecahan kecil ini tak lepas dari tradisi jakati masyarakat Gorontalo jelang lebaran. “Makanya masyarakat sangat membutuhkan uang pecahan kecil untuk dibagikan pada saat lebaran,”terangnya. Di Marisa, penukaran uang baru jelang lebaran, baru pertama kali dilakukan, pihak BI menyiapkan Rp 3 miliar untuk wilayah Pohuwato.

Sementara itu, Bank Sulutgo Suwawa dalam pelayanan jelang lebaran menyiapkan uang baru sebanyak Rp 21,93 miliar. Kepala Cabang Bank Sulutgo Suwawa, Bone Bolango, Ir.H.Jusuf Husain mengatakan, dalam melayani penukaran uang rupiah baru bagi ASN di lingkungan Pemkab Bone Bolango tersebut, pihaknya menyediakan sebanyak Rp 177 juta, terdiri dari pecahan uang Rp 10.000 sebanyak Rp100 juta, pecahan uang Rp 5.000 sebanyak Rp40 juta, pecahan Rp 2.000 sebanyak Rp30 juta, dan pecahan Rp 1.000 sebanyak Rp7 juta.

“Jadi para ASN, itu kami layani untuk penukaran uang baru dengan menggunakan kenderaan Bank Sulutgo mobile yang sudah stand by di lokasi, yakni di kompleks lapangan futsal kantor Bupati Bone Bolango,”ujarnya. Jusuf menambahkan, selain melayani ASN, pihaknya juga akan melayani penukaran uang baru kepada masyarakat umum, baik menggunakan kenderaan Bank Sulutgo Mobile maupun melalui Kantor Cabang Bank Sulutgo Suwawa. “Dalam melakukan pelayanan penukaran uang rupiah baru tahun ini, total uang emisi 2016 yang disediakan dan disiapkan sebesar Rp 21,93 miliar dalam pecahan Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

Uang itu sudah termasuk akumulasi untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) para ASN Bone Bolango, Dana Desa, Anggaran Dana Desa (ADD) serta layanan umum penukaran uang sebesar Rp 177 juta tersebut,”jelasnya. Yusuf menyampaikan, bahwa pelayanan penukaran uang baru ini akan berlangsung sampai menjelang lebaran hari raya Idul Fitri 1438 H. (tr-53/kif/roy)

TINGGALKAN BALASAN