Diduga Tak Sesuai Ketentuan, Penyaluran Raskin di Wonggaditi Timur Diprotes

Kantor Kelurahan Wonggaditi Timur mendadak ramai didatangi warga yang meminta agar Ketua LPM di copot dari jabatannya.

Hargo.co.id, GORONTALO – Penyaluran beras miskin (raskin) di Kantor Kelurahan Wonggaditi Timur,Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo menuai protes. Pasalnya, ukuran raskin yang seharunya 15 kilogram untuk satu orang pemegang kartu raskin.

Namun, informasi yang berhembus ditengah masyarakat bahwa raskin yang akan disalurkan tersebut tersisa 10 kilogram perorang.

Seperti yang disampaikan Ketua LPM Ulambri Usman saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, bahwa pihaknya menginginkan agar pihak Kelurahan tak berurusan dengan persoalan hukum dengan adanya penyaluran raskin yang tidak sesuai ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Dalam penyaluran raskin kali ini. Masyarakat pemegang kartu mengetahui bahwa mereka akan menerima 15 kilogram,”kata Ulambri Usman. Namun lanjut Ulambri Usman, pada akhirnya masyarakat pemegang kartu mendapat informasi yang akan mereka terima tinggal 10 kilogram.

Sementara sisanya 5 kilogram akan diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki kartu dalam hal ini masyarakat miskin yang masuk dalam pengembangan selanjutnya.

Hanya saja Ulambri Usman menyayagkan disaat dirinya hendak meluruskan mekanisme penyaluran raskin yang menyimpang dari aturan itu justru dipersalahkan seolah-olah dirinya yang bersalah dan dianggap memprovokasi masyarakat.

Ditemui terpisah Lurah Wonggaditi Timur Samrin Pakaya mengungkapkan, sebenarnya penyaluran raskin ini aman-aman saja, sepanjang pemegang kartu tidak komplain.

Hanya saja karena adanya aturan baru oleh Pemerintah tentang pembagian raskin yang tidak membolehkan lagi raskin disisikan kepada warga yang tak memiliki kartu.

Maka hal ini yang kami rapatkan di desa guna meminta kesepakatan dari masyarakat pemegang kartu raskin itu sendiri.

“Sebetulnya ini tidak ada masalah selama pemegang kartu raskin tersebut sepakat adanya pemotongan untuk masyarakat yang tak memegang kartu dalam proses pengembangan,”kata Samrin Pakaya.

Dengan adanya persoalan ini, kantor kelurahan Wonggaditi Timur mendadak ramai di datangi warga. Kedatangan warga inipun tidak lain untuk meminta agar Ketua LPM di copot dari jabatannya.

Sebab menurut masyarakat, Ketua LPM tersebut hanya menimbulkan persoalan yang ada di Kelurahan tersebut.

“Kami hanya mendukung ayahanda kami, Kami tidak mendemo ayahanda, namun kami hanya memperjuangkan ayahanda untuk tidak di ganti,”kata Haris Arsyad warga setempat.

Haris mengakui pihaknya bangga dengan lurah yang bisa perjuangkan keinginan masyarakat. (Tr-49/46/hargo)