Penyelundupan Biota Laut Marak

Penyerahan barang bukti hasil tangkapan oleh Stasiun karantina ikan,pengendalianmutu dan keaman hasil perikanan kelas I berupa beberapa jenis biota lau, pada Rabu (6/12) kemarin.

Hargo.co.id Gorontalo – Penyelundupan Biota Laut Gorontalo yang dilindungi kian marak. Dalam tiga bulan terakhir pihak Stasiun karantina ikan,pengendalian mutu dan keaman hasil perikanan kelas I Gorontalo mengamankan sebanyak 20 spesies biota laut yang dilindungi di Gorontalo hendak diselundupkan melalui Bandara Djalaludin Gorontalo.

Rabu (6/12) , barang bukti spesies biota laut dilindungi itu diserahkan kepada Kantor seksi konservasi Wilayah II Gorontalo pada .

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, diserahkannya barang bukti biota laut yang dilindungi tersebut, diketahui diamankan saat akan akan dibawa oleh beberapa orang, yang diantaranya warga negara asing (WNA) yang datang ke Gorontalo untuk berwisata.

Namun, saat beberapa orang tersebut akan pergi meninggalkan Gorontalo, Pihak Otoritas Bandara Djalaludin Gorontalo bersama Stasiun Karantina mencurigai barang yang dibawa oleh beberapa orang.

Sehingga saat digeledah, ditemukan Puluhan Biota laut dengan berbagai jenis hewan koral yang sudah dalam keadaan mati.

Pihak Otoritas Bandara dan Stasiun Karantina pun langsung mengamankannya sebagai barang bukti atas dugaan tindak pidana pengeluaran coral dan cangkang kima. yang menyalahi aturan pemerintah nomor 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Dalam penyerahan barang bukti tersebut, Stasiun karantina ikan,pengendalian mutu dan keamanan hasil perikanan kelas I Gorontalo Abdul Kadir menjelaskan, jika penyerahan barang bukti tersebut adalah hasil yang ditemukan pihaknya beberapa waktu lalu.

” Barang bukti ini, adalah hasil tangkapan kita selama 3 bulan belakangan ini, yang kita dapatkan saat akan dibawa oleh beberapa oknum keluar Gorontalo,”jelasnya.

Diwaktu bersamaan, dalam kesempatan tersebut Sjamsuddin Hadju Kepala Kantor Konservasi Wilayah II Gorontalo mengungkapkan pihaknya akan mnggunakan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat tentang konservasi.

” Untuk yang lainnya, kita kembalikannya ke Lautan, terlebih jika ditemukan masih dalam keadaan hidup. Kami harap kedepannya masyarakat juga perlu menjaga kekayaan alam yang kita miliki,” ungkapnya. (tr-56/hg)