Penyetruman Marak, Ikan Danau Terancam Habis

Anis, salah seorang nelayan setempat yang menjual ikan dumbaya atau Betok di jalan trans pinggiran danau Limboto. Dia mengaku ikan Dumbaya, payangga, huluu, manggabai dan lain-lain mulai jarang ditemui akibat maraknya penyetruman dan penggunaan pukat di danau Limboto.

Hargo.co.id Gorontalo – Keberadaan ikan-ikan tradisional Danau Limboto terancam hilang dalam habitatnya. Sebut saja ikan Dumbaya atau ikan Betok, ikan Payangga atau ikan Bujuk, Huluu, Manggabai, Saribu dan beberapa jenis ikan lainnya. Pasalnya, kegiatan penyetruman ikan tambah marak.

Dari penelusuran Gorontalo Post, belakangan memang sangat sulit menemukan nama-nama ikan tadi yang dijual nelayan danau Limboto di jalan trans Kelurahan Dehuwalolo, Kecamatan Limboto. Sekali pun ada, hanya ada 2 sampai 10 ekor saja.

Ini tidak lain disebabkan karena ada nelayan sering memakai cara cepat seperti ikan pasti ikut memusnahkan bibit-bibit ikan sehingga akan memutus perkembangbiakkan ikan-ikan ini. Selain penyetruman, beberapa nelayan masih menggunakan pukat atau pajala untuk menangkap ikan. Padahal aturan menggunakan pukat tidak boleh kurang dari 1 cm.

Menurut nelayan setempat, sudah ada sosialisasi mengenai hal itu. Namun realisasinya belum nampak, tetap saja masih ada kegiatan-kegiatan tersebut. “Banyak yang datang sosialisasi mengenai hal itu, tapi tetap saja masih banyak penyetruman ikan,” terang Anis (53) nelayan setempat.

Dia menambahkan, ikan-ikan seperti dumbaya, payangga dan lain-lain itu merupakan primadona danau Limboto. Dan sekarang tangkapannya sudah sangat berkurang, bahkan hampir tidak ada lagi. “Dulu ikan-ikan seperti dumbaya, payangga itu sangat banyak. Bahkan sampai di jual sampai ke Jakarta sana. Sekarang, sudah kurang dan hampir punah,” tutupnya.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo, Abdulbar Jahja pun mengamini bahwa masih banyak nelayan yang menggunakan alat penangkap ikan yang tidak disarankan, seperti penyetrum ikan dan pukat atau pajala. Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan lagi dengan nelayan sampai akhir tahun 2017.

Pasalnya, tahun depan, pihaknya akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk menindak tegas oknum yang masih akan melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan cara ilegal tersebut. “Kami akan melakukan pendekatan lagi dengan mengsosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat. Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak memakai alat penangkap ilegal agar tidak memutus kembang biak ikan khususnya di Danau Limboto,” tutupnya.(TR-58)