Perangi Radikalisme, Latifa Sabet Terima Penghargaan AS

Latifa Sabet

Hargo.co.id WASHINGTON – Perjuangan Latifa Ibn Ziaten memerangi radikalisme berbuah penghargaan. Selasa (29/3) pemerintah Amerika Serikat (AS) menobatkan ibunda mendiang Imad tersebut sebagai salah satu dari total 14 penerima penghargaan Perempuan Pemberani Internasional.

’’Tidak perlu ada lagi Merah-Merah yang lain,’’ tegas perempuan berkewarganegaraan Prancis tersebut tentang Mohamed Merah. Teroris 23 tahun itulah yang merenggut nyawa putra Latifa pada 11 Maret 2012.

Pembunuhan sadis tersebut terjadi hanya gara-gara Imad seorang serdadu. Selain Imad, Merah membunuh enam korban lain dalam kurun 11 hari. Seluruh korbannya adalah serdadu atau Yahudi.

Merah lantas tewas di tangan aparat pada 22 Maret 2012. Dalam duka kehilangan Imad, Latifa bangkit. Dia tidak mau peristiwa pahit yang menimpanya itu terulang atau terjadi pada keluarga lain.

Maka, dia pun membentuk komunitas dan berkeliling Prancis, khususnya sekolah-sekolah serta penjara, untuk memerangi radikalisme. ’’Kami tidak mau menyerah pada rasa takut,’’ ungkapnya.