Perenang Indonesia Waspada Iklim

0
Latihan tim renang Indonesia sebelum TC di Prancis maupun Australia. (dok Jawa Pos)

Hargo.co.id JAKARTA – Sebelum melakoni training camp (TC) dan kualifikasi Olimpiade 2016 di Perancis dan Australia. Para perenang proyeksi olimpiade tengah melakukan serangkaian persiapan.

Tujuannya supaya fisik mereka tak kaget saat mengikuti program latihan di sana. Dengan begitu hasil optimal pun bisa mereka raih.

Nantinya mereka akan berangkat ke Perancis dan Asutralia pada 1 Februari mendatang. Bagi Aflah Fadlan Prawira dan Ricky Anggawijaya yang akan menjalani TC di Perancis, suhu dingin akan menjadi hambatan mereka.

Sebaliknya bagi Glenn Victor, I Gede Siman Sudartawa, dan Triady Fauzi, mereka justru akan berhadapan dengan cuaca panas di sana.

Meskipun begitu Felix Sutanto pelatih pelatnas renang Indonesia tak terlalu memusingkan hal tersebut. Baginya yang paling penting justru adaptasi dengan program latihan yang akan mereka jalani di sana.

“Kalau untuk adaptasi iklim maksimal butuh 10 hari, tapi kalau adaptasi program bisa lebih dari sebulan, makanya adaptasi program lebih penting,” ucapnya.

Lagipula meskipun Februari nanti suhu udara di Perancis sedang dingin-dinginnya, mereka akan berlatih di kolam indoor. Apalagi fasilitas latihan indoor di sana sudah lengkap.
“Bahkan di tempat latihan indoor itu sudah ada pengatur suhu udaranya, sehingga suhu udara di kolam lebih hangat,” kata Felix.

Felix melanjutkan bagi Fadlan dan Ricky, mereka lebih banyak berlatih endurance dengan menu latihan volume dan threshold. Yang terberat bagi mereka ada di menu latihan threshold. Sebab mereka harus berenang berkali-kali dengan target waktu yang ditentukan.

“Threshold ini penting sekali sebab di Perancis bisa dua hari sekali, di kita paling seminggu dua kali,” jelas Felix. (mat/ndi/hargo)