Perjalanan Si Ratu Gadai Mobil Rental: ASN di Lingkungan Kota Gorontalo, 19 Mobil Sudah Tergadai (1)

Barang bukti dan para korban penggelapan dari MW ketika menunggu di halaman depan Polsek Kota Tengah. (foto Natha Gorontalo Post)

GORONTALO, hargo.co.id – Aksi salah satu oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo, yang memanfaatkan mobil rental untuk meraup keuntungan dengan cara digadaikan kembali, akhirnya terhenti di kantor polisi.

Oknum PNS yang diketahui berinisial WM itu, kini meringkuk di sel Mapolsek Kota Tengah, Kota Gorontalo, setelah ditahan polisi karena dugaan penggelapan mobil.

Jumlahnya tak tanggung-tanggung, mencapai 19 unit mobil. Aksi itu diduga dilakukanya dengan modus meminjam mobil dirental dengan biaya Rp 5-6 juta untuk waktu paling singkat satu bulan, lalu digadaikan ke pihak lain dengan harga Rp 20-25 juta.

Modus WM akhirnya terendus, karena menunggak uang sewa dirental. Sejumlah pemilik rental pun geram dan akhirnya mempolisikan WM.

Ditemui Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Rabu (19/4) Kapolsek Kota Tengah Kota Gorontalo, IPTU Tamsir Manoppo mengatakan, banyaknya korban yang berhasil diperdaya WM karena melihat strata sosial yang terbilang cukup mapan dan bisa dipercaya.

Sementara itu, menurut pengakuan WM yang telah ditetapkan tersangka itu, aksi ini baru dilakukannya kali ini saja.

“Alasan tersangka melakukan penipuan karena ingin memenuhi kebutuhan hidup tersangka yang terbilang cukup glamour,” ujarnya. Polisi sendiri membatasi orang yang ingin bertemu WM, karena alasan psikologisnya.

“Kasus ini akan segera digelar oleh Polres Gorontalo Kota. Sementara untuk barang bukti sendiri sejauh ini sudah berjumlah 15 unit, sedangka sisanya empat unit masih terus dicari oleh tim Buser Polres Gorontalo Kota dan Polsek Kota Tengah, Kota Gorontalo,”jelas Tamsil Manoppo.

[Baca: Perjalanan Si Ratu Gadai Mobil Rental: Sang Atasan Akui Pelaku Punya Kinerja Sangat Baik, Tapi…..]

Sekarang posisi barang bukti 1 unit mobil ada di wilayah Gorontalo, sedangkan 3 unit lainnya menurut laporan ada di luar Gorontalo dan sementara dicari. IPTU Tamsil sendiri mengaku akan terus melakukan pencarian terhadap sisa barang bukti. Karena dikhwatirkan, barang bukti itu akan menyebrang ke wilayah Sulawesi Tengah dan kemudian menghilang.

[Baca: Perjalanan Si Ratu Gadai Mobil Rental: Pengakuan Para Korban, Pelaku Gunakan Modus Sebagai Usaha, Jaminannya ‘Saya ASN’ (2)]

WM sendiri dijerat dengan pasal penggelapan dan penipuan. Jika 19 unit mobil itu digadaikan dengan rata-rata per unit Rp 20 juta, maka ada Rp 380 juta yang harus ditebus WM. Informasi yang diperoleh, MW kini tinggal melunasi Rp 350 juta, sisahnya telah terbayar. (tr-45/tr53/hargo/Bersambung)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →