Perkuat Pendidikan Lewat Keluarga

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Sukiman ketika memberikan arahan sekaligus membuka Diklat Pendidikan Keluarga dan Pengelolaan Kursus, kemarin di aula BP PAUD-Dikmas Gorontalo.

BP PAUD-Dikmas Gorontalo Gelar Diklat Pengelolaan Kursus dan Pendidikan Keluarga bagi Satuan Pendidikan

Hargo.co.id – Satuan pendidikan kini dituntut dapat menggandeng keluarga dalam mendidik siswa dalam membangun karakter. Jumat, (11/8) BP PAUD-Dikmas Gorontalo menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) pendidikan keluarga bagi satuan pendidikan PAUD/TK dan Sekolah Dasar (SD) serta Diklat bagi pengelola kursus yang ada di provinsi Gorontalo.

Dikonfirmasi Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga, Direktorat Jenderal PAUD-Dikmas, Mendikbud Dr. Sukiman, M.Pd bahwa kini sekolah harus membangun kerjasama dengan orang tua dalam mendidik anak. “Pendidikan ini bukan hanyan menjadi urusan sekolah, tetapi juga orang tua bisa memberikan saran, masukan serta partisipasi dalam memberikan pendampingan pembinaan dalam mendidik.

Sebab orang tua sebagai pendidik pertama dan utama pada keluarga menjadikan keterikatan anak. Serta orang tua menjadi landasan yang kuat dalam menjelajahi dan menguasai lingkungan baru di dunia sosial yang lebih luas dengan cara-cara yang sehat secara psikologis,” kata Sukiman disela-sela pembukaan Diklat, kemarin.

Ia pun berharap kedepan selalu ada pertemuan antara sekolah dan orang tua. Termaksud orang tau membuat sebuah paguyuban atau kumpulan orang tua sesuai kelas dimana anak mereka belajar. Agar tercipta suasana kekeluargaan dan diskusi antara orang tua untuk dapat membahas perkembangan dan kemajuan anak.

Hadir pula dalam pembukaan Diklat tersebut Bunda PAUD Provinsi Gorontalo Idah Syaidah Rusli Habibie. Sebagai perempuan yang peduli terhadap tumbuh kembang anak, Idah menekankan agar anak dapat dibimbing dan diawasi secara baik dan berkala. Sebab menurutnya banyak anak-anak saat ini yang terjerumus pada permasalah hukum, akibat kurangnya perhatian dari orang tua. “Lingkungan itu sangat penting.

Karena tadi (kemarin) baru saja memberikan izin kepada anak bermasalah hukum (ABH) untuk kembali ke orang tuanya agar si anak mendapatkan pendidikan. Allhamdulillah anak tersebut sudah bisa kembali sekolah. Perkembangan anak harus diperhatikan sejak dini mungkin. Agar tercipta generasi yang dapat membanggakan orang tua, daerah serta negara kita. Kalau sejak kecil karakter mereka rusak, maka sikap dan perilaku mereka dikala dewasa juga pastinya akan tidak baik,” terang Idah.

Sementara itu kepala BP PAUD-Dikmas Drs. Bambang Kunaedi,M.Si mengatakan untuk diklat pendidikan keluarga bagi satuan pendidikan PAUD/TK dan SD serta Diklat bagi pengelola kursus akan berlangsung selama lima hari, dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang. “Jadi untuk peserta diklat pendidikan keluarga sebanyak 40 orang dan pengelola kursus 40 orang,” ucapnya.

“Dalam diklat pendidikan keluarga ini memang masih baru pertama kali. Saya berharap para peserta diklat pendidikan keluarga ini bisa memberikan asah asih asuh kepada anak serta jadikan mereka manusia seutuhnya yang berbudi pekerti luhur dan berakhlak mulia.

Sehingga itu sejak awal mereka diberikan penguatan untuk menjadi anak yang cerdas pintar dan berprestasi. Sementara untuk pengelola kursus kita menekankan penguatan terhadap manajemen pengelolaan kursus mereka. Inipun sebagai salah satu syarat dari para pengelola kursus untuk memberikan peningkatan mutu dan akreditasi tempat kursus mereka,” papar Bambang. (adv-20/hg)