Permintaan Naik, Harga Ayam Potong Tetap

Seiring menjelang bulan Sya'ban, permintaan ayam broiler atau ayam potong diakui pedagang mengalami kenaikan.

GORONTALO-Hargo.co.id – Permintaan ayam broiler atau ayam potong di baik di Kota maupun kabupaten Gorontalo mengalami kenaikan. Meski demikian, para pedagang umumnya masih bertahan dengan harga lama, yakni Rp 60 Ribu per ekor.

Seperti yang diakui pedagang ayam potong di pasar sentral Kota Gorontalo, Ahmad, bahwa permintaan ayam dari konsumen meningkat seiring mulai ramainya acara hajatan yang diselenggarakan oleh masyarakat. “Mungkin gara-gara lagi banyak orang yang mau pesta pernikahan.

Lumayan sekarang ada kenaikan,” ungkap Ahmad. Hingga saat ini, dia menjual ayam potong masih dengan harga standar, yakni Rp 30 Ribu per Kg atau Rp 60 Ribu per ekor. “Saya punya belum saya kasih naik, belum saatnya,” kata Ahmad.

Hal senada juga diungkapkan Iwan, salah seorang pedagang ayam broiler atau ayam pedaging di pasar rakyat kompleks shopping center Limboto. Menurutnya, bergairahnya permintaan ayam ini seiring menjelang masuknya bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban, kata Iwan, menurut tradisi masyarakat Gorontalo merupakan bulan baik dalam melangsungkan pernikahan.

“Memang sekarang masih bulan Rajab. Kalau hitung dari sekarang (kemarin,red), masih 11 hari lagi masuk bulan Sya’ban. Tapi lumayan sekarang permintaan ayam sudah naik,” ungkap Iwan.

Ditambahkannya, jika pada hari biasanya dia bisa menjual hingga 30 sampai 38 ekor per hari, dua hari belakangan ini penjualan sudah mencapai 45 ekor bahkan lebih dalam sehari.

Meski demikian, dia Iwan juga belum berencana menaikkan harga ayam karena seiring permintaan belum maksimal. “Nanti lihat saja kalau sudah bulan Sya’ban, mungkin lain lagi. Nanti tunggu saja,” katanya.(axl/hg)