Permintaannya Tak Dituruti, Pegawai Aqua Turunkan Status Toko Pedagang

Ilustrasi AMDK (Pixabay.com)

Hargo.co.id – Fakta terbaru diketahui pihak PT Tirta Investama Aqua selaku produsen Aqua, kerap mengintervensi pedagang yang menjual produk AMDK tersebut. Sehingga memicu konflik emosional yang berujung pada penurunan status toko pedagang yang selama ini menjadi mitra Aqua.

Ketua Tim Investigator KPPU Arnold Sihombing menuturkan, pada sidang KPPU beberapa hari lalu pihaknya menghadirkan Sulistiyo Pramono, Key Account Executive Aqua, sebagai saksi. Sehari-hari Sulistiyo Pramono bertugas di wilayah Cikampek dan Cikarang, Jawa Barat.

Dari kesaksian itu terungkap bahwa Sulistiyo Pramono sempat terlibat cekcok dengan Yatim Agus Prasetyo, pemilik status toko Cuncun yang beralamat di KH Ahmad Dahlan no 1 Karawang. Cekcok itu puncak dari permintaan Sulistiyo agar Yatim Agus Prasetyo tidak lagi menjual AMDK merek lain, seperti Le Minerale. Namun permintaan itu tidak dipenuhi Yatim, karena pada saat itu penjualan Le Minerale sedang bagus-bagusnya.

“Buntut dari cekcok itu status toko Cuncun diturunkan dari Star Outlet (SO) menjadi Whole Selle (WS),” kata Arnold Sihombing dalam keterangan pers yang diterim¬†JawaPos.com, Jumat (15/9).

Di sidang yang berlangsung pada Selasa (12/9) itu, KPPU selain meminta keterangan dari Sulistiyo Pramono juga menghadirkan Yatim Agus Prasetyo. Dari sidang itu terungkap Yatim mengaku marah lantaran sering diintimidasi akan diturunkan statusnya dari SO menjadi WS.

“Bahkan sering diimbau untuk tidak menjual Le Minerale yang sedang bagus penjualannya. Padahal sebagai pedagang ingin punya kemerdekaan bisa menjual semua produk apalagi yang penjualannya sedang melesat,” sebut Arnold Sihombing mengutip pernyataan Yatim.

Atas fakta ini, Sidang perkara nomor 22/KPPU-L/2016 terus dilanjutkan untuk meminta keterangan dari pihak Aqua hingga akhirnya diambil sebuah keputusan terhadap pelanggaran Monopoli dan persaingan tidak sehat dalam sebuah bisnis.

(iil/JPC)