Peserta BLK Tuntut Uang Saku

Hargo.co.id- LIMBOTO, GP – Sudah 45 hari lamanya mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang dilaksanakan Dinas Nakertrans Kabupaten Gorontalo. Peserta pelatihan hingga kemarin sama sekali belum menerima pembayaran uang konsumsi dan transportasi dari pihak BLK. Hal ini praktis membuat para peserta cemas karena tidak ada kejelasan terkait pembayaran uang saku tersebut.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kegiatan tersebut sejak 29 November 2017 telah selesai dilaksanakan. Namun, beberapa peserta belum juga mendapatkan uang transport dan konsumsi sebesar Rp. 20 ribu per harinya. Setelah mengikuti pelatihan 45 hari lamanya. Kecemasan para peserta memuncak saat tersiar kabar jika hingga pada tanggal 15 Desember nanti belum juga diberikan, maka biaya transportasi dan konsumsi tersebut hangus.

Kepada Gorontalo Post, Eneng (nama samaran) mengungkapkan, jika dirinya dibuat resah karena keterlambatan biaya Transportasi dan konsumsi tersebut.” Bagaimana tidak mo cemas, kebutuhan kami juga banyak. Pertama kami masuk itu katanya akan mendapatkan biaya konsumsi dan transportasi sebesar Rp.30.000, tapi dorang yang lain sampai 50 ribu. ” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Suwandi Maku, Kepala Seksi Pelatihan dan Produktifitas Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Gorontalo membenarkan keterlambatan penyaluran biaya tersebut ke para peserta. Hal ini disebabkan karena ada beberapa kelompok masuk dalam anggaran APBN. Namun, para peserta yang masuk dalam kelompok yang menggunakan APBD sudah diberikan.”Yang terlambat itu karena menggunakan dana APBN karena kami juga bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja Makassar.

Tapi Hari ini (Selasa,12/12) mereka sudah mengirimkan biaya tersebut, sehingga mulai besok (Rabu, 13/12) akan kita berikan kepada para peserta,” ungkapnya. Suwandi juga menambahkan, jika biaya yang hanya Rp.20 ribu perharinya memang sudah sesuai prosedur operasional kegiatan (pok) yang ditentukan langsung oleh balai latihan kerja makassar.” Berbeda itu karena dalam kegiatan ini kita ada dua anggaran, APBD dan APBN. Hingga berita ini di turunkan, para peserta berharap agar kiranya biaya Transportasi dan konsumsi bisa segera diberikan. (Hargo/tr-56)