Pesta Miras, Enam Pelajar Diamankan

Sejumlah pemuda yang terjaring razia petugas gabungan saat pesta Miras di kompleks kantor DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo.

LIMBOTO, Hargo.co.id – Kendati sudah ada larangan untuk penjualan Minuman Keras (Miras). Di Kabupaten Gorontalo peredaran miras justru masih merajalela. Dalam razia yang dilakukan tim gabungan aparat kepolisian Polres Gorontalo dan anggota TNI Koramil 06 Limboto 1304/ Gorontalo, Sabtu (25/11), malam.

Sedikitnya empat oknum pelajar berhasil diamankan saat sedang pesta Miras di kompleks kantor DPD II Golkar Kabupaten Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post, ke enam pelajar ini diamankan saat sedang nongkrong sambil giliran meneguk miras berjenis cap tikus). Dari pengakuan ke enam siswa di salah satu sekolah kejuruan di limboto tersebut.

Hanya tiga orang yang mengkonsumsi miras, dan 3 lainnya hanya duduk bersama. Dari barang bukti berupa botol miras dan cerek yang diduga digunakan untuk menuang minuman beralkohol tersebut, ke enam pelajar beserta 4 kendaraan yang digunakan para pelajar tersebut dibawa ke Mapolres Gorontalo untuk diperiksa.

Kepada Gorontalo Post, Anton Humonggio salah satu penjaga kantor DPD II Golkar mengaku bahwa dirinya sering menegur siapa pun yang datang berkumpul di depan kantor partai berwarna kuning tersebut, namun para remaja malah melempari kantor dengan batu.

“Pernah saya tegur, pas dorang bubar malah kantor dorang lempari dengan batu, itu salah satu kaca jendela pecah,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Gorontalo AKP Satrio Prayogo pengungkapkan, memang oprasi ini adalah bagian dari oprasi rutin cipta kondisi yang sasarannya adalah tempat-tempat nongkrong anak muda.

“Malam ini kita dapati beberapa remaja yang sedang mengkonsumsi miras, kita harap dengan giat rutin yang kita lakukan akan menekan peredaran dan penggunaan miras di wilayah Gorontalo,” ujarnya.

Setelah diberi pembinaan dan dimintai surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya, ke enam Remaja tersebut dipulangkan ke rumah masing-masing, namun untuk kendaraan mereka, para remaja tersebut harus bisa menunjukan surat-surat kendaraannya sebelum diambil kembali.(tr-56/hg)