Pilbup Gorut! Ikut Daftar Penjaringan PAN, PDIP Sodorkan Djafar Ismail

Ketua DPC PDIP Gorut Djafar Ismail saat mendaftar di Panitia penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati DPD PAN Gorut, Kamis (10/8).

GORUT Hargo.co.id – Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) memastikan tak hanya akan menjadi penonton dalam kontestasi Pilkada Gorontalo Utara (Gorut). Partai berlambang banteng moncong putih itu sudah menyiapkan kader untuk menempati posisi papan satu (cabup) ataupun papan dua (cawabup). Kader tersebut yakni Djafar Ismail yang juga Ketua DPC PDIP Gorut.

Langkah PDIP untuk meramaikan kontestasi Pilkada Gorut itu tak sebatas penyiapan kader. Tetapi juga terkait upaya membentuk koalisi. Hal itu dikarenakan posisi PDIP yang tak bisa mengusung sendiri.

PDIP hanya memiliki tiga kursi di legislatif Gorut. Sedangkan syarat untuk bisa mendukung harus memiliki lima kursi legislatif.”Instruksi DPP kader harus disiapkan untuk ikut bertarung,” tegaa Djafar Ismail.

Bentuk keseriusan PDIP membentuk koalisi ditandai langkah Ketua DPC PDIP Djafar Ismail yang ikut mendaftar pada penjaringan Partai Amanat Nasional (PAN), Kamis (10/8). Keikutersertaan Djafar itupun membuat peta pertarungan penjaringan PAN Gorut makin ketat. Pasalnya, Djafar datang dengan “tangan kosong”.

Dengan modal 3 kursi, maka bisa menjadi amunisi tambahan bagi PAN dalam mengusung calon. Bila koalisi PAN-PDIP nantinya terbentuk, maka bukan hanya memenui syarat administrasi dukungan (8 kursi) tetapi bakal menjadi kekuatan dahsyat.

Sementara itu, saat ini berkembang bahwa Djafar akan dipaketkan dengan beberapa figur seperti Indra Yasin maupun Roni Imran. Peluang Djafar untuk berpasangan dengan kedua kandidat Calon Bupati Gorut tersebut terbuk lebar mengingat komunikasi politik terus dilakukan.

Tiga kursi yang dimiliki PDI Perjuangan di parlemen Pantura tentu menjadi magnet tersendiri bagi para figur, terlebih peluang Indra untuk dapat mengendarai Golkar telah tertutup.

Bukan itu saja, untuk memperkuat struktur pemenangan, harusnya Indra menggandeng tokoh partai politik, mengingat secara pribadi Indra tidak membawa gerbong partai. Begitu pula Roni Imran, meski memang ada peluang untuk dapat mengendarai PAN.

Namun kisruh internal yang terjadi dapat menjadi penghalang bagi Roni untuk diusung PAN di Pilkada nanti. Jika bersama PDI Perjuangan tinggal mencari dua kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan.

Dalam memperebutkan rekomendasi PAN, Djafar harus bersaing dengan 7 kandidat Cawabup lainnya yang sudah mendaftar yakni Hardi Hemeto, Thariq Modanggu dan Lukman Botutihe. Untuk posisi Cabup yang telah mendaftar di PAN yakni Roni Imran, Indra Yasin, Jufri Budiman dan Oscar Paudi.(idm/hg)