Pilkada 2017, PDIP Tak Inginkan Calon yang Seperti Ini

0
Tim Pemenangan dan Abang Bentor mendaftarkan Adhan Dambea sebagai bakal calon walikota dari PDIP Kota Gorontalo.

GORONTALO, hargo.co.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) punya target besar di Pilkada 2018 mendatang.

Yaitu bisa memenangkan semua Pilkada termasuk pemilihan walikota-wakil walikota (Pilwako) Gorontalo dan pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorontalo Utara (Gorut).

Oleh karena itu, menurut Sekretaris DPD PDIP Gorontalo La Ode Haimudin, ada beberapa pembenahan langkah partai untuk mencapai target kemenangan tersebut.

Ada dua langkah besar yang akan ditempuh yaitu memastikan keleluasaan waktu bagi pasangan calon dalam menyiapkan diri ikut Pilkada.

“DPP menginginkan masing-masing pengurus di daerah sudah mengusulkan kandidat calon ke DPP pada Juni 2017. Sehingga DPP dapat segera mengeluarkan rekomendasi dukungan. Jadi masih tersisa waktu satu tahun bagi pasangan calon untuk bersiap. Jadi persiapannya tidak tergesa-gesa,” ujarnya.

“Karena setelah mendapatkan rekomendasi ada banyak persiapan yang harus dilalui. Misalnya harus ikut sekolah kepala daerah di DPP,” ungkapnya.

Langkah kedua adalah memastikan kesiapan dan kemampuan dari pasangan calon yang akan diusung. Menurut La Ode, ada beberapa variabel yang akan menjadi pertimbangan pengurus di daerah dalam mengusulkan kandidat calon ke DPP.

Misalnya pertimbangan popularitas dan elektabilitas. Lalu, kemampuan finansial dari pasangan calon tersebut.

“Jadi sebelum mendapatkan rekomendasi partai, harus ada kesanggupan dari pasangan calon untuk membiayai semua kegiatan pemenangan di Pilkada. Jadi calon harus punya dana. Bukan untuk membayar partai tapi untuk membiayai semua kebutuhan pencalonannya. Sekali lagi uang itu bukan untuk mahar ke partai,” tegas La Ode Haimudin.

Kemampuan finansial ini akan menjadi bagian pertimbangan partai karena belajar dari pengalaman pilkada sebelumnya di daerah-daerah lain.

Saat pasangan calon telah mendapatkan rekomendasi partai, tiba-tiba pasangan calon itu menyatakan tidak punya dana untuk membiayai kebutuhan pencalonan.

“Jadi persyaratan ini tidak hanya berlaku untuk kandidat calon dari eksternal tapi juga untuk kader partai yang akan maju di Pilkada,” ungkap La Ode Haimudin.

Setelah menutup penjaringan calon Pilwako Gorontalo dan Pilbup Gorut, DPC PDIP di dua daerah itu diharapkan bisa segera mengusulkan hasil penjaringan ke DPD PDIP.

Menurut La Ode Haimudin, berdasarkan petunjuk pelaksana (juklak) DPP, DPC minimal mengusulkan tiga pasangan calon ke DPD. Setelah itu DPD akan melakukan penyaringan untuk memilih dua pasangan calon untuk diusulkan ke DPP.

“Nanti dari dua pasangan calon itu, DPP akan memilih satu pasangan calon yang akan direkomendasikan ke Pilkada,” ungkapnya.

Menurut La Ode Haimudin, pengusulan dua pasangan calon ke DPP diharapkan dapat dilakukan Juni. Sehingga minimal satu tahun sebelum pemungutan suara sudah ada kepastian pasangan calon yang akan diusung oleh PDIP.

“Tapi DPC masih tetap diberikan kesempatan untuk kembali membuka penjaringan kalau peserta penjaringan belum cukup tiga pasangan calon yang akan diusulkan ke DPD,” ungkapnya. (rmb/hargo)