Pilwako 2018! Tanpa Koalisi, Golkar Rawan Ditinggalkan

Marten Taha ketika mendaftar pada penjaringan yang dibuka DPC PDIP Kota gorontalo. (Riyan/Gorontalo Post)

GORONTALO Hargo.co.id – Bila posisi Marten Taha yang sudah sudah sangat leluasa mencari pasangan, berbeda halnya dengan Golkar Kota Gorontalo yang dinahkodai Marten Taha.

Sampai sekarang belum ada kepastian siapa teman koalisi Golkar di Pilwako. Belum ada partai-partai yang resmi menyatakan berkoalisi dengan Golkar. Bisa jadi partai-partai non Golkar masih menunggu hasil penjaringan partai Beringin.

Sebab belum ada jaminan Marten Taha akan mendapatkan rekomendasi DPP. Mengingat Marten Taha mendapatkan saingan dari internal partai. Ada dua lawan berat Marten Taha dalam perebutan rekomendasi DPP Golkar.

Yaitu Sekretaris DPD II Golkar Kota Gorontalo Ferdiyanto Koniyo serta istri Ketua DPD I Golkar Gorontalo Rusli Habibie yaitu Idah Syaidah yang sama-sama mendaftar dalam penjaringan calon walikota.

Seandainya Marten Taha tak mendapatkan rekomendasi Golkar, maka ini bisa menjadi momentum bagi partai-partai lain untuk menangkap peluang kemenangan di Pilwako. Karena Golkar tak mengusung kader yang selama ini dijagokan, maka bukan tidak mungkin partai-partai lain akan segera membentuk koalisi tanpa menyertakan Golkar.

Bisa jadi akan terbentuk tiga poros koalisi yaitu koalisi tiga partai besar yaitu Demokrat, PAN, dan PDIP, kemudian koalisi PPP Gerindra dan koalisi Hanura-PBB. Koalisi Demokrat, PAN dan PDIP, bukan tidak akan mengusung Rum Pagau-Lola Junus yang selama ini memang kerap diwacanakan dalam bursa penggadangan calon.

Lalu koalisi PPP-Gerindra mengusung kader partai yaitu Elnino Mohi-Rivai Bukusu. Sementara koalisi Hanura-PBB mengusung Adhan Dambea-Budi Doku.

Namun Marten Taha saat diwawancarai mengenai arah koalisi Golkar beberapa waktu lalu menyatakan, sebagai partai besar Golkar tidak akan pernah mengambil posisi sebagai penonton di Pilkada.

Belum adanya kejelasan arah koalisi Golkar, karena komunikasi partai masih sedang berjalan. “Partai-partai masih dalam posisi wait and see. Tapi nanti siapa teman Koalisi Golkar akan segera diketahui beriringan keputusan DPP Golkar mengeluarkan rekomendasi calon walikota-wakil walikota,” jelas Marten Taha. (wan/rmb/hg)