Pohuwato Krisis Gas LPG

Hargo.co.id MARISA – Seluruh kecamatan Se-Pohuwato hingga saat ini masih mengalami krisis elpiji.

Hal tersebut bahkan banyak dikeluhkan oleh masyarakat, karena kebutuhan rakyat tidak terpenuhi dengan tidak adanya stok elpiji di pangkalan.

Jardin Saleh salah seorang pemilik pangkalan siaga di Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia mengeluhkan, saat ini penyaluran sudah tidak sesuai lagi.

Bahkan, yang tadinya kuota 90 tabung, hanya akan diberikan 80 tabung saja. Parahnya lagi, bukan hanya kuota yang dikurangi, akan tetapi pengiriman pun turut dikurangi.

“Satu minggu itu kami mendapatkan pasokan dua kali, sehingga total menjadi 180 tabung. Namun sudah beberapa minggu ini, penyaluran hanya dilakukan sekali saja dengan jumlah yang berbeda dari kuota.

Ini yang kami tuntut agar bisa mendapatkan perhatian dari agen dan juga pihak pertamina,” keluhnya bersama dengan sejumlah pemilik pangkalan lainnya.

Kadis Perindagkop Yusuf Poluli melalui Kabid Perdagangan, Irfan Lalu ketika dikonfirmasi terkait dengan hal ini menjelaskan, persoalan elpiji ini sudah membuat Disperindagkop babak belur.

Pasalnya, masyarakat rata-rata mengeluhkan persoalan kelangkaan elpiji ke kantor Disperindagkop.

Oleh karena itu, kata Irfan Lalu, pihaknya patut mencurigai adanya permainan dalam penyaluran elpiji. Hal ini tentu mendasar.

Mengapa tidak? Penyaluran yang tadinya dua kali dalam seminggu, tiba-tiba hanya dilakukan sekali saja.

Jika pihak agen atau pertamina beralasan untuk mengatasi persoalan kelangkaan di wilayah Popayato grup, tentunya di wilayah tersebut sudah tidak terjadi kelangkaan.

Namun kenyataannya, sampai dengan saat ini kelangkaan elpiji di wilayah Popayato grup masih saja terjadi.

“Yang jadi pertanyaannya? Penyaluran untuk yang satunya lagi dikemanakan? Selain itu, kami pula perlu mempertanyakan alasan ditariknya dua LO yang sebelumnya bakal membantu mengatasi kelangkaan elpiji di daerah Pohuwato,” jelasnya.

Pihak agen Rismita Jaya yakni Helmi, ketika dikonfirmasi menyatakan, pekan kemarin pihaknya mengalihkan penyaluran ke wilayah barat Pohuwato yakni di Kecamatan Popayato Cs untuk mengatasi kelangkaan di wilayah barat.

Oleh karena itu, untuk penyaluran di wilayah Kecamatan Buntulia dan sekitarnya akan disalurkan dua kali yakni pada Senin dan Jum’at mendatang.

Tak hanya itu saja, akan ada pasokan ekstra dari pihak Pertamina yakni ada 560 tabung. “Jadi, jatah lima truk yang ada saat ini bakal ketambahan satu truk lagi.

Nantinya satu truk tabung gas elpiji ini akan mengisi kecamatan-kecamatan secara bergiliran,” pungkasnya.

Sementara itu, Sales Executive Elpiji Sulut-Gorontalo, Adeka Sangtraga Hitapriya saat dikonfirmasi menjelaskan, kekosongan elpiji di beberapa wilayah di Pohuwato disinyalir disebabkan elpiji di wilayah Popayato diserbu oleh pembeli dari perbatasan Moutong.

“Jadi tarik tarikan stok sampai ke Marisa atau pusat kota Pohuwato,” jelasnya.

Untuk solusi, lanjut Adeka, dalam beberapa pekan ini, pihaknya sudah menambah 2 x 560 tabung selama 3 hari untuk disuplai ke wilayah Popayato, Marisa, Duliadaa.

“Dan ini kita monitor terus,” ujarnya.

Adeka juga mengungkapkan, suplai elpiji ke wilayah Pohuwato per har sebanyak 2.800-3.360 tabung yang dimuat menggunakan 5-6 truk.(kif/dan/hargo)