Polisi Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba Jaringan Palu

Ditahan - Tiga tersangka kasus penyelundupan narkoba ke Gorontalo saat digiring oleh petugas BNNP Gorontalo menuju ruang pemeriksaan Kantor BNNP Gorontalo, kemarin, Rabu (11/10)

Hargo.co.id GORONTALO – Satu lagi pengedar narkoba jaringan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN). GM (37) yag merupakan warga asal Biawu, Kota Gorontalo ditangkap petugas BNN setelah terbukti menjadi bagian dari peredaran narkoba di Kota Gorontalo.

Penangkapan GM menambah daftar tersangka dalam jaringan narkoba Palu yang sebelumnya ditangkap oleh petugas BNN di wilayah Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Selasa (10/10).

Penangkapan GM sendiri merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya yang dilakukan oleh petugas BNN bekerja sama dengan aparat Polsek Pulubala, sehari sebelumnya. Usai menangkap AS (37) dan AF (22) di depan Kantor Mapolsek Pulubala, BNN langsung melakukan pengembangan lebih lanjut.

Dari hasil introgasi kepada AS alias Ansar yang juga merupakan pemilik 11 paket sabu itu, terungkap bahwa, sabu seberat 10 gram itu akan dipasok kepada GM yang bertindak sebagai pengedar narkoba di wilayah Kota Gorontalo.

Mendapat informasi ini, BNN kemudian meminta kepada Ansar untuk menghubungi langsung GM dan berpura-pura akan menyerahkan sabu yang ditaksir senilai Rp 25 Juta itu. GM yang tak menyadari bahwa Ansar sudah tertangkap BNN kemudian menyanggupi permintaan Ansar.

Alhasil, GM tak bisa berbuat banyak saat menyadari orang yang bertemu dengannya bukan hanya Ansar, melainkan petugas BNN bersenjata lengkap. GM kemudian langsung diamankan ke Kantor BNN Provinsi Gorontalo untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

“Pertama-tama kita menangkap Ansar dan Fahmi di wilayah Kecamatan Pulubala. Saat itu, dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 11 paket sabu yang disimpan dalam celana dalam Fahmi yang bertindak sebagai sopir mobil rental yang ditumpangi oleh Ansar menuju Gorontalo dari Palu.

Setelah itu baru terungkap keterlibatan GM yang juga merupakan warga Asli Kota Gorontalo,” terang Kepala BNN Provinsi Gorontalo, Brigjen Pol Oneng Subroto saat konfrensi pers, kemarin, Rabu (11/10). BNN juga menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 1 Juta.

GM dan Fahmi merupakan pemain baru dalam bisnis narkoba, sedangkan Ansar sendiri memang pemain lama yang sudah diincar oleh BNN Gorontalo. “Ketiganya masih akan kita periksa lebih lanjut, terutama untuk GM kita akan tanyakan sabu yang dipasok untuknya itu akan dijual ke siapa saja di Kota Gorontalo,” terang Oneng.

Sedangkan untuk orang yang memasok barang kepada Ansar sendiri, BNN masih melakukan pengejaran, karena terinformasi pria bernama panggilan Andi itu tinggal di wilayah Palu, Sulteng.

Sementara itu juga, Polres Gorontalo juga berhasil menangkap SM alias Isal (30) warga Cisadane, Kwandang, Gorontalo Utara (Gorut), yang kedapatan membawa 1 paket kecil sabu-sabu di jalan Trans Sulawesi Desa Tridharma, Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada supir rental dengan mengendarai Toyota Avanza DM 1320 FA membawa narkoba. KBO Res Narkoba Polres Gorontalo, Ipda Usman Daeng Maroa bersama beberapa personel langsung menyusun rencana melakukan penyergapan.

Alhasil, di jalan trans Sulawesi Desa Cisadane, melintaslah mobil sesuai ciri-ciri yang diinformasikan masyarakat. Saat dicegat dan digeledah, ditemukanlah 1 paket kecil butiran kristal bening yang diduga sabu yang tersembunyi di saklar lampu depan bagian dalam.

Tak menunggu lama lagi, sang supir SM alias Isal dan supir cadangan IN alias Ipan langsung diamankan. Setelah tiba di Polres Gorontalo, keduanya dilakukan tes urin, namun hanya SM alias Isal yang dinyatakan positif menggunakan barang haram tersebut.
Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto, SIK melalui Kasat Narkoba, AKP Leonardo Widharta membenarkan telah mengamankan salah seorang yang diduga membawa 1 paket sabu yang disembunyikan di dalam mobil.

“Modusnya dengan menyembunyikan di sebuah saklar lampu bagian depan,” ungkap Leonardo. Mantan Komandan Kapal Baharkam Polri ini menambahkan, pihaknya akan terus memburu para pelaku dari kalangan pemakai hingga pengedar. “Kami akan terus berupaya untuk menangkap para pelaku sampai ke akar-akarnya,” tutup alumnus Akpol 2008 ini.(tr-45/tr-56/hg)