Posisi Rusli Habibie Terancam di Musda Golkar?

Rusli Habibie

Hargo.co.id GORONTALO – Sebagai penguasa Gorontalo, Golkar tak ingin gagal di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017 mendatang.

Namun kisruh berkepanjangan di tubuh partai Golkar hingga membuat partai berlambang Beringin itu sampai sekarang dalam status tak punya pengurus seiring berakhirnya masa kepengurusan Golkar Munas Riau pada 31 Desember 2015.

Kalau tak ada upaya islah dari dua kubu bertikai untuk segera menggelar munas maka dipastikan Golkar tak akan mengusung calon termasuk di Pilgub Gorontalo dan Pilbup Boalemo. Posisi ketua DPD I Gorontalo Ruslie Habibie pun kini berada di ujung tanduk.

Namun langkah sejumlah tokoh partai seperti Akbar Tanjung untuk memediasi Munas Islah sedikit memberikan angin segar atas masa depan Golkar.

Maka tak heran optimisme kader Golkar di daerah kembali bangkit.

“Kami optimis Golkar tetap bisa ikut Pilkada serentak 2017,” ujar Sekretaris DPD I Golkar Gorontalo Paris Jusuf.

Pertanyaan selanjutnya yang muncul siapa kader yang akan diusung oleh Partai Golkar? Bila melihat perjalanan Golkar Gorontalo selama ini, ada kecenderungan figur yang diusung selalu Ketua partai atau Ketua DPD I.

Seperti saat pemilihan langsung Gubernur pada 2006, Fadel Muhammad yang diusung Golkar ketika itu adalah Ketua DPD I Golkar. Tradisi ini berlanjut di Pilgub 2011 silam saat Rusli Habibie diusung sebagai Cagub juga sedang menjabat Ketua DPD I Golkar.

Dengan realitas ini wajar bila Cagub Golkar di Pilkada 2017 mendatang diasumsikan akan ditentukan hasil Musda DPD I mendatang. (rmb/hargo)