Prahara Rumah Tangga Berujung Maut Ibu Ajak Tiga Anak Minum Racun

Evi Suliastin Agustin bersama ketiga anaknya. RADAR JOMBANG

Hargo.co.id-Tiga bocah asal Jombang, Jawa Timur, mati di tangan ibu kandung sendiri. Mereka tewas setelah dicekoki racun serangga di dalam kamar mandi rumahnya yang sempit pada Senin malam (15/1). Sang ibu sakit hati karena suaminya kawin lagi.

Tiga bocah malang itu adalah Sayid Mohammad Syaiful Al Faqih, 6; Bara Viadinanda Uni Ayu Qurani, 4; dan Umi Fauziyah, 4 bulan. Mereka ditemukan tak bernyawa menjelang tengah malam. Sedangkan ibunya, Evi Suliastin Agustin, 26, kritis. Dia selamat meski juga menenggak racun serangga setelah meracuni anaknya.Kerabat Evi yang tinggal di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang, menyatakan bahwa perempuan itu mencoba bunuh diri bersama anak-anaknya. Namun, karena sudah dewasa, tubuhnya lebih kuat terhadap racun, dia bisa selamat.

”Saat ditemukan, kondisi mulut masing-masing korban mengeluarkan cairan busa,” kata Kapolres Jombang AKBP Agung Marliyanto kepada Jawa Pos Radar Jombang di lokasi kejadian kemarin (16/1). ”Tiga korban anak-anak kondisinya meninggal, sementara ibunya masih hidup. Kondisinya kritis,” lanjutnya. Kejadian tersebut kali pertama diketahui Nurus Shobikhah, 20, adik korban. Dia tinggal serumah dengan Evi. Nurus ditemani Sholikhul Hadi Sholeh, 25, saat mendobrak kamar mandi yang menjadi lokasi percobaan bunuh diri itu. Sholikhul adalah murid suami Evi, M. Fakihhudin. Meski suami istri, Fakihhudin tidak tinggal serumah dengan Evi. Dia tinggal di Desa Dukuhmojo, Kecamatan Mojoagung.

Terungkapnya tragedi itu berawal dari perintah Fakihhudin, 55, kepada Sholikhul untuk membelikan nasi goreng dan ayam goreng buat Evi beserta anaknya. Setelah membeli ayam dan nasi goreng sekitar pukul 21.30 WIB, Sholikhul langsung mengantarkannya ke rumah Evi. Tiba di rumah Evi, pemuda asal Jepara, Jawa Tengah, tersebut bertemu dengan Nurus. Dalam pertemuan itu, Nurus menyatakan keheranannya kepada Sholikhul. Sebab, rumah Evi yang biasanya ramai oleh tiga anaknya sepi sekali malam itu. ”Keponakannya biasanya ramai, namun malam itu sepi,” kata Sholikhul menirukan ucapan Nurus.

Ketika masih terheran-heran, dua orang tersebut tiba-tiba mendengar suara batuk dari kamar mandi. Sholikhul dan Nurus langsung menuju kamar mandi di bagian belakang rumah. Mereka mendapati kamar mandi dalam keadaan terkunci. Nurus dan Sholikhul mulai curiga ada yang tidak beres. Setelah memanggil-manggil tidak ada jawaban, mereka memutuskan untuk mendobrak pintu kamar mandi. ”Saat itulah didapati keempatnya tergeletak di kamar mandi,” ucap Agung.

Sholikhul pun langsung berlari ke luar rumah untuk meminta tolong warga. Selanjutnya dia segera beranjak ke pondok untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada Fakihhudin. Bukannya lekas datang menjenguk istri dan ketiga anaknya, Fakihhudin malah meminta Sholikhul berangkat dulu ke rumah Evi. ”Dikiranya cuma pingsan,” imbuhnya.
Ketika Sholikhul tiba di rumah Evi, sudah banyak tetangga yang berkumpul di sana. Bersama adik korban, warga lalu mengangkat Evi beserta anak-anaknya keluar dari kamar mandi. Saat itu kamar mandi sudah penuh dengan kotoran. ”Keempatnya dalam posisi tergeletak di lantai dan bagian mulutnya dipenuhi busa,” ujar Agung.Saat diperiksa, ketiga anak Evi sudah tidak bernyawa. Evi kritis dan segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mojoagung. Sholikhul pun langsung menelepon Fakihhudin, melapor bahwa ketiga anaknya meninggal. Dia lalu menghubungi Polsek Mojoagung yang dilanjutkan ke Polres Jombang.

Selang beberapa saat, sejumlah anggota gabungan tim inafis polres dan anggota polsek jajaran tiba di lokasi dan mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa petugas lainnya mendatangi RS PKU Muhammadiyah, tempat korban dirawat. Selanjutnya, sekitar pukul 22.00, Evi dirujuk ke RSUD Jombang.

Dari hasil olah TKP, polisi mendapati sebuah botol obat serangga di samping tubuh korban. ”Kondisi tutup botol terbuka. Terdapat sisa cairan obat sekitar dua pertiganya. Kemungkinan sisanya diminum korban beserta anaknya,” papar Agung.Selain botol racun serangga, polisi menyita dua unit handphone milik Evi. ”Sementara masih kami lakukan penyelidikan. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangan di mapolsek,” imbuhnya.

Kondisi Evi Suliastin Agustin berangsur membaik. Bahkan, dia sempat siuman dan memberikan keterangan singkat kepada polisi. ”Alhamdulillah, sekarang kondisi ibu korban sudah mulai membaik. Tapi, belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut,” beber Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto setelah memeriksa kondisi Evi di Ruang Paviliun Dahlia, RSUD Jombang, kemarin (16/1).

Dalam keterangan singkat saat siuman, Evi hanya mengatakan bahwa pada Senin malam (15/1) itu dirinya mengajak ketiga anaknya ke kamar mandi. ’’Saat kami kejar apa yang dilakukan di kamar mandi, keterangannya terputus,” kata Kapolres seperti ditulis Jawa Pos Radar Jember.Berdasar hasil pemeriksaan tim medis, didapati cairan racun serangga di tubuhnya. Wajar jika saat ditemukan, dari mulutnya keluar busa. Saat berita ini selesai ditulis tadi malam, tim medis sedang berusaha mengeluarkan racun di tubuhnya.

’’Caranya dengan melakukan pencucian lambung untuk menghilangkan cairan racun serangga tersebut. Mudah-mudahan kondisinya lekas membaik setelah ini,” imbuh Kapolres.
Selain pencucian lambung, tim medis akan melakukan pemeriksaan darah serta tes urine terhadap Evi. ”Memang tidak bisa dipaksakan kondisinya. Kami juga sudah mendatangkan tim psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaannya,” imbuhnya.

Diduga, Evi dan tiga anaknya menenggak cukup banyak cairan racun serangga tersebut. Terbukti, berdasar temuan di lapangan, botol berisi 600 mg itu hanya menyisakan sekitar dua pertiga. ”Informasinya, korban sebelumnya membeli di salah satu toko modern di wilayahnya. Masih kita dalami ke lapangan,” bebernya.Selain itu, di lokasi kejadian, polisi mengamankan dua unit telepon seluler milik Evi. Masing-masing merek Samsung warna hitam putih serta satu unit merek Vivo.

Selain berusaha meminta keterangan Evi, lanjut Agung, polisi mengorek keterangan sejumlah saksi lain. Di antaranya, Fakihhudin, suami korban; Nurus Shobikhah, adik korban; dan sejumlah tetangga. Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, sejumlah saksi masih dimintai keterangan di Unit Reskrim Mapolsek Mojoagung. Namun, petugas belum bisa dimintai konfirmasi lebih lanjut perihal hasil kesaksian mereka.

Setelah memastikan penyebab tewasnya tiga anak Evi, pukul 14.30 Kapolres menuju ruang kamar jenazah RSUD Jombang. ”Untuk kondisi ketiga jenazah, masih dilakukan otopsi tim forensik dari Rumah Sakit Bhayangkara Kediri dan Biddokkes Polda Jatim. Mohon bersabar,” katanya. (jpg/hg)