Praperadilan Bupati Bone Bolango Ditolak

Bupati Bone Bolango Hamim Pou

Hargo.co.id GORONTALO – Harapan Bupati Bone Boalngo Hamim Pou terlepas dari status tersangka kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial(Bansos)2011 pupus sudah. Ini menyusul permohonan gugatan Praperadilan terhadap Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo ditolak Hakim tunggal Iriyanto,SH, Rabu (6/4) di Pengadilan Negeri Gorontalo.

Dalam putusannya, hakim menolak seluruh materi gugatan yang dilayangkan Hamim melalui Kuasa Hukumnya Duke Arie Widagdo,SH, Muhlis Hasiru, SH dan Syarif Lahani, SH. Hakim tidak menerima materi gugatan seperti klaim Hamim Pou yang mengaku bahwa surat penetapan dirinya sebagai tersangka oleh Kejati Gorontalo nomor 136/R.5/Fd.1/03/206 tertanggal 10 Maret 2016 tidak sah dan tak memiliki kekuatan hukum mengikat.

Sebab bagi hakim berdasarkan bukti berkas yang disodorkan Jaksa dalam persidangan menilai bahwa bukti sudah memenuhi dua alat bukti yang cukup sebagaimana diatur dalam KUHAP(Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana).
Hakim juga tidak menerima alasan yang mengklaim bahwa tidak ada penyimpangan penggunaan Dana Bansos Bone Bolango tahun 2011 silam yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Menurut hakim hal itu sudah menyangkut pokok materi perkara korupsi untuk membuktikan benar atau tidaknya timbul penyimpangan dana Bansos itu sejatinya harus dibuktikan dalam sidang perkara pokok.

Usai persidangan Muhlis Hasiru saat dikonfirmasi mengaku, bahwa pihaknya tetap menghargai putusan. ” Kita harus hormati bahwa seluruh alasan kami ditolak hakim tadi. Pokok perkara praperadilan juga ditolak dengan berbagai alasan,” ujarnya.

Kendati demikian, Muhlis mengambil kesimpulan bahwa pihaknya akan melengkapi lagi bukti yang sudah ada. Salah satunya itu adalah bukti Resume BPK. “Tadi sempat dibacakan hakim bahwa setiap pembuktian yang tidak ada aslinya akan dikesampingkan, kan resume BPK itu tidak ada aslinya jadi itu satu penyebab permohonan kita ditolak nanti kita ambil lagi lalu kita ajukan kembali dengan yang lain. Asal kita sudah ada bukti lain,” ujar Muhlis Hasiru.

Sementara itu pantauan Gorontalo Post, suasana sidang masih dengan pemandangan yang sama. Sidang putusan praperadilan yang digelar kali ini masih cukup dipadati sejumlah masyarakat yang antusias datang untuk menyaksikan jalannya persidangan.

Mereka terlihat kompak mengenakan pakaian atasan berwarna putih. Bahkan jumlahnya pun membeludak dan memenuhi ruang sidang sampai di halaman depan Pengadilan Negeri Gorontalo.
Meski sempat molor, beberapa menit dari jadwal sidang yang sudah ditetapkan pukul 09:00 Wita namun suasana kondusif tetap terjaga.

Ini berkat kesigapan petugas kepolisian Polres Gorontalo Kota yang sudah berjaga di setiap sudut gedung. Kendati demikian ada sedikit riak-riak kecil kegaduhan di luar Pengadilan itu usai sidang ditutup. Sebab sejumlah masyarakat saling bersitegang hanya lantaran bersinggungan. (csr/hargo)