Praperadilan , Penetapan Tersangka Dinilai Cacat Prosedur

olda Gorontalo menjalani sidang Praperadilan di PN Limboto, Kamis (23/11).

Hargo.co.id Gorontalo – Kinerja Polda Gorontalo kembali diuji melalui Praperadilan, kemarin, Kamis (23/11). Julianti Pakaya selaku pihak pemohon mempertanyakan status penetapan tersangka dan penahanan atas dirinya yang dilakukan oleh institusi Tribrata itu.

Sebelumnya, pemohon atas nama Julianti Pakaya telah dilakukan penahanan sebagai tersangka pada tanggal 16 November 2017 atas sangkaan melanggar pasal 277 ayat (1) KUHP Perdata yang isinya tentang penggelapan asal-usul seseorang. Sidang Praperadilan ini dipimpin oleh hakim tunggal, Donny Suryo Cahyoprapto.

Kuasa hukum pemohon, Abdul Haris Sulaiman, menyatakan, penetapan tersangka yang dilakukan oleh penyidik Polda Gorontalo dinilai cacat prosedur. “Pada saat pemanggilan pertama kali tertanggal 2017 pemohon sudah berstatus sebagai tersangka,” kata Haris. Haris menambahkan, padahal pemohon belum pernah dilakukan pemeriksaan sebelumnya, baik sebagai terlapor atau saksi ataupun sebagai calon tersangka.

Terpisah, Kepala Bidang Hukum (Kabidkum), Polda Gorontalo, AKBP Ronni Yulianto SIK, belum ingin menanggapinya di luar persidangan. Menurutnya, cacat prosedur atau tidak pihaknya menunggu proses persidangan.

“Hari ini (kemarin,red) baru sidang pertama, masih panjang tahapannya. Untuk saat ini kami masih dalam proses menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan dalam persidangan berikutnya,” tutupnya.(TR-58)