Pria Ini Dibalik Bom Sarinah, Pelaku Terima Uang Bertahap

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti (tengah) bersama Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan (kanan) usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai insiden teroris Sarinah di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (16/1/2016). Dalam keterangannya Kapolri mengatakan bahwa kelompok Bahrun Naim diduga berada di balik teror bom di Jalan MH Thamrin pada Kamis (14/1/2016), saat ini polisi telah mengamankan sebanyak 12 orang terduga yang dianggap punya keterkaitan dengan serangan di Thamrin. FOTO:MIFTAHULHAYAT/JAWA POS

Hargo.co.id JAKARTA – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan bahwa dalam pengejaran selama tiga hari pasca aksi teror Plaza Sarinah Kamis lalu (14/1), telah ada 12 orang terduga pelaku teror yang diamankan.

Salah satu diantara 12 orang itu dipastikan merupakan penerima dana secara langsung dari Bahrun Naim, perancang dan penyandang dana aksi teror Plaza Sarinah.

Terkait berapa kali transfer Bahrun Naim pada orang yang telah ditangkap, dia mengungkapkan, Bahrun Naim mentransfer secara beberapa kali pada orang yang ditangkap tersebut. Kiriman uang itu dilakukan secara bertahap dengan nominal antara Rp 40 juta hingga Rp 70 juta. Salah satu pengiriman inilah yang digunakan untuk membiayai perakitan bom dan pengadaan senjata teror Sarinah.

”Saat ini transfer dana ini terus didalami,” papar jenderal berbintang empat tersebut.

Dia menerangkan, transfer dana tersebut sesuai keterangan pelaku yang ditangkap, sebagian besar akan digunakan untuk melakukan aksi teror. Sebagian kecil ditujukan untuk pengembangan sel-sel ISIS di Indonesia.

”Dari sini kekhawatirannya, tapi kami berupaya maksimal,” ujarnya.

Selain itu, juga ditemukan barang bukti berupa sembilan pucuk senjata api jenis revolver dan FN. Lalu, ada enam magazin, lima ponsel dan satu sepeda motor.

”Bukti ini didapatkan dari 12 tersangka yang ditangkap di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Kalimantan Timur,” tuturnya.

Senjata-senjata itu telah diperiksa di Puslabfor dan hasilnya, senjata berasal dari luar negeri. Senjata berbagai jenis itu diselundupkan masuk ke Indonesia melewati berbagai jalur.

”Ya bisa laut dan udara,” jelasnya. (idr/dim/byu/ndi/hargo)