Pungli Parkir Masih Banyak, Aksi Dola Pengedara Bikin Resah

Aksi badola (Cegat paksa) para pengendara motor di lokasi pakiran senggol Kota Gorontalo juga ikut meresahkan masyarakat perlu mendapat tindakan tegas.

Hargo.co.id GORONTALO – Meski telah diperingatkan dan sudah ditindak tegas oleh pihak Kepolisian, aksi dugaan pungutan liar (Pungli) di sejumlah area parkir Pasar Senggol Kota Gorontalo rupanya belum habis-habis. Bahkan, lebih parah lagi aksi badola (Cegat paksa) para pengendara motor juga ikut meresahkan masyarakat.

Pantauan Gorontalo Post, Rabu (21/6), tarif parkir yang dibebankan oleh oknum tukang parkir di sejumlah lokasi parkir sekitar pasar senggol Kota Gorontalo masih tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tarifnya masih sama, dimana harga parkir masih ada di kisaran Rp 5.000 sampai Rp 20.000 untuk setiap kenderaan yang parkir.

Hal ini tentu sangat ironis jika mengingat sehari sebelumnya, Selasa (20/6), tim Saber pungli menindak tegas lima oknum tukang parkir yang ketahuan menaikkan tarif parkir melebihi ketentuan yang berlaku.

Dari penelusuran Gorontalo Post, sejumlah oknum t,ukang parkir nampak masih tetap menaikkan tarif parkir. Hal ini tentunya membuat sejumlah warga Gorontalo kembali mengeluhkan masih tingginya harga parkir di pasar senggol Gorontalo. “Harganya masih sama pak, saya tadi waktu memarkir bentor saya masih tetap dimintakan biaya parkir sebesar Rp 10.000,” keluh Ino, salah seorang Warga Kota Gorontalo saat berbincang dengan wartawan, kemarin.

Namun, menurut pantauan Gorontalo Post, ada juga beberapa lokasi parkir yang mulai memberlakukan tarif normal sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini seperti yang dilakukan oleh para penjaga parkir yang ada di kawasan parkir senggol tepatnya di depan Kantor Mandiri Cabang Gorontalo. Di tempat ini saat awak Gorontalo Post coba untuk berpura-pura memarkir motor di tempat itu, oleh petugas parkir hanya ditagih sebesar Rp 2.000 sesuai dengan ketentuan yang selama ini disampaikan oleh Pemerintah Kota Gorontalo.

Hal ini tentu menjadi angin segar bagi pengunjung pasar senggol. Dimana sejumlah petugas parkir pasti senggol mulai menjalankan ketentuan yang berlaku, Meski sebagian lagi memang masih tetap memberlakukan tarif selangit.

Sementara itu, Selain persoalan parkir, pengendara juga mengeluhkan cara tukang parkir menawarkan parkirannya kepada pengendara yang melintas. Upaya dari para oknum tukang parkir itu terindikasi memaksakan kepada pengendara untuk menghentikan kenderaannya dan memarkir di lahan parkirannya. Tak jarang, para oknum tukang parkir ini beridiri di tengah jalan sembari menahan laju kenderaan warga yang melintas.

“Dorang ba paksa skali supaya torang baparkir,” ujar Agung, salah seorang warga. Bahkan menurut Agung, aksi Badola (Cegat,red) para tukang parkir sering membuat para pengendara terutama kaum wanita kehilangan keseimbangan lantaran terkejut dengan kehadiran para oknum tukang parkir yang berdiri di tengah jalan itu.

Kasat Lantas Polres Gorontalo Kota, AKP Roni Barli saat dimintai tanggapannya mengatakan, Sudah seharusnya para petugas parkir lebih peduli dengan menaati peraturan parkir yang sudah dicanangkan oleh pemerintah setempat. “Kalau tidak sesuai ketentuan tentunya akan digolongkan pungli, dan pasti akan kami tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,”tegasnya. Lebih lanjut AKP Roni juga meminta kepada warga Gorontalo untuk tetap membayar parkir sesuai dengan ketentuan, Dan apabila ada yang oknum tukang parkir yang berani memainkan harga, diminta untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. (Tr-45/hg)