Puting Beliung Rusak 2 Rumah Warga

rumah milik Marten Ali warga Desa Limehu, Kecamatan Tabongo, rusak di bagian atap akibat diterjang angin puting beliung. (Foto: Ayi/Gorontalo Post)

TABONGO – Hargo.co.id Cuaca yang tidak menentu saat ini rupanya perlu diwaspadai. Seperti yang terjadi, kemarin, Kamis (20/4). Sedikitnya 2 rumah warga di Desa Limehu, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Goontalo, diterjang angin puting beliung yang datang tiba-tiba.

Akibatnya, atap rumah milik Rabi Katili (48) dan Marten Ali (64) ini rusak. Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, musibah yang terjadi sekitar pukul 13.30 wita ini berlangsung secara tiba-tiba bersamaan dengan turunnya hujan yang disertai angin kencang.

Hanya dalam waktu tidak sampai 1 menit, angin yang membentuk pusaran ini menerbangkan atap rumah milik Rabi dan Marten.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun para penghuni kedua rumah yang bertetangga tersebut masih trauma dengan kejadian yang cukup jarang terjadi di Gorontalo ini.

Rabi Katili, pemilik salah satu rumah, saat diwawancarai Gorontalo Post mengatakan, dirinya masih sangat ketakutan dengan kejadian yang tak pernah diduganya itu. “Saat itu saya mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumah.

Karena penasaran, saya langsung keluar dan melihat atap rumah sudah rusak, kami langsung berlarian ke luar rumah dan angin itu sangat cepat sampai menghancurkan atap rumah saya,” ujar Rabi dengan bibir gemetar karena masih ketakutan.

Pemilik rumah lainnya, Marten Ali pun mengatakan hal senada. Ia mengaku melihat angin puting beliung ini dari areal persawahan yang berada tepat di belakang rumahnya. “Dari sawah kamari, langsung masuk ke rumah, saya pe atap teras ilang dia bawa lo angin,” kata Marten.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan dan Bantuan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo, Umar Yunus, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya menerima laporan dari aparat desa setempat dan langsung mengambil tindakan tanggap darurat dengan menyalurkan bantuan bagi korban terdampak bencanana ini.

“Bantuannya berupa peralatan dapur, beras, dan pakaian. Adapun penghuni 2 rumah tersebut berjumlah total 9 orang dari 2 kepala keluarga,” ujarnya. (tr-55/hg)