Putra Gorontalo Pimpin Jakarta! Anis-Sandi Sapu Bersih Hasil Hitung Cepat

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut Tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai hasil hitung cepat (quick count) di Kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta, Rabu (19/4). Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor Urut Tiga tersebut unggul sekitar 5-7% dalam hitung cepat (quick count) Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Foto: Ismail Pohan/INDOPOS

JAKARTA Hargo.co.id – DKI Jakarta memiliki pemimpin baru. Dan hasilnya, putra Gorontalo Sandiaga Salahudin Uno yang menjadi pemenang. Sandiaga menjadi Wakil Gubernur dari Anis Baswedan. Pasangan Oke Oce ini berhasil meraih dukungan mayoritas penduduk Jakarta pada Pilkada putaran ke dua, Rabu (19/4). Dengan begitu, Anis-Sandi mengalahkan pasangan petahana Basuki T. Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dengan skor telak.

Kemenangan Sandiaga Uno turut dirasakan masyarakat Gorontalo, Sandi sapaan akrab Sandiaga memang mendapat dukungan penuh masyarakat Gorontalo, khususnya yang ada di Jakarta. Pekan lalu, Sandi bahkan dijamu masyarakat Gorontalo di Jakarta dengan makanan-makanan khas Gorontalo. “Jadi hari (Jumat 14/4). Sandi menyantap masakan khas Gorontalo di Masjid Al-Araf, daerah Sekarpura, karena di Jakarta Utara ini banyak sekali keturunan dan keluarga besar dari Gorontalo.

Ayah saya sendiri juga lahir di Gorontalo,” kata Sandiaga. Tampilnya Sandi pada Pilkada ibukota ini menjadi kebangaan bagi orang Gorontalo. Ini membuktikan jika orang Gorontalo memiliki telenta politik, tak hanya di daerah namun juga di luar daerah.

Kemenangan pasangan Anies-Sandi dalam pilgub sebenarnya sudah diprediksi mayoritas lembaga survei. Namun, bahwa mereka bisa merebut suara sampai mendekati 60 persen, tidak banyak yang meyakini hal itu. Sebelumnya, Ahok-Djarot diprediksi memberikan perlawanan sengit.

Bukannya memberikan perlawanan sengit, perolehan suara Ahok-Djarot malah turun bila dibandingkan dengan putaran pertama lalu. Saat itu, berdasar hitung resmi KPU, mereka mendapat lebih dari 42 persen suara. Kini mayoritas lembaga survei menyebut mereka mendapatkan sekitar 41 persen suara.

Sementara itu, dalam pidato kemenangannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Anies menyatakan akan tetap menjaga hubungan baik dengan Ahok-Djarot. Menurut dia, Ahok-Djarot adalah sahabat. Dia juga tidak akan lupa pada berbagai program yang dijanjikan selama masa kampanye. ”Komitmen kami konsisten kepada keadilan sosial,” katanya.