Remaja 16 Tahun Ciptakan Miniatur Motor Dari Kaleng Bekas

0
Wahyu Puluhulawa, Remaja yang berhasil meniptakan miniatur dengan memanfaatkan kaleng bekas. (Foto; Roy Gobel /Hargo)

Hargo.co.id, Limboto – Mamanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai seni dan memiliki nilai jual mungkin tidak semua orang bisa melakoninya, namun lain halnya dengan Wahyu Puluhulawa (16) warga Desa Tilote, Kecamatan Tibawa Kabupaten Gorontalo. Berkat keahliannya, remaja yang duduk dibangku kelas kelas 9 Mts Mujammadiyah Isimu ini, mampu menciptakan miniatur kenderaan bermotor dari berbagai jenis dengan memanfaatkan kaleng bekas.

Berbekal bakat yang dimilikinya, putra pasangan Lukman Puluhulawa dan Mastin Daud ini memulai hasil karyanya ini sejak usia 13 tahun. Dengan berbekal peralatan sederhana, wahyu mencoba menyalurkan hobinya dengan membuat berbagi jenis miniatur kenderaan bermotor yang kemudian dijadikan sebagai koleksi pribadi.

Seiring waktu berjalan dan berkat ketekunannya, Wahyu kemudian membuat miniatur kenderaan lainnya termasuk salah satu alat transportasi yang menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo yaitu Bentor. Dan saat ini beberapa hasil karya Wahyu kini sudah mulai dijual dengan harga antara 25 hingga 40 ribu rupiah per jenisnya.

Saat diwawancarai awak

Berbagai Jenis Miniatur yang berhasil dibuat oelh Wahyu.

media ini, Wahyu yang kini menjadi salah satu penghuni Panti Asuhan Darul Mudmain ini mengaku, untuk menghasilkan satu jenis kenderaan bermotor, dirinya membutuhkan waktu antara 1 hingga 3 hari, tergantung tingkat kesulitan dari jenis kenderaan yang akan dibuat. Sementara bahan yang dibutuhkan hanyalah berupa kaleng-kaleng bekas yang dikumpul dari pinggiran jalan serta didukung dengan peralatan seadanya.

Ketika disinggung mengenai hasil penjualan dari miniatur ini, Pria yang bercita-cita ingin menjadi anggota Basrnas ini mengaku sebagian hasil penjualannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dan sebagian lagi ditabung.
” Hasil penjualan saya gunakan untuk jajan, selebihnya ditabung,” Ujarnya

Disisi lain, salah satu hambatan yang dihadapinya adalah kurangnya peralatan yang digunakan untuk membuat berbagai jenis miniatur ini, sementara masih banyak keinginannya untuk bisa menciptakan miniatur-miniatur lainnya termasuk mebuat pesawat dan Drone. Oleh karena itu dirinya berharap adanya dukungan dari Pemerintah Daerah, agar usaha yang sudah dirintis ini bisa lebih berkembang lagi.(rvg/Hargo)