Reses Kental Aroma Pilwako AD – CBD Hadiri Reses di Dungingi

PELAKSANAAN Reses yang dilaksanakan oleh Aleg Dapil Kecamatan Kota Barat - Dungingi yang dihadiri langsung oleh Adhan Dambea dan Charles Budi Doku. Kamis (14/12).

GORONTALO , Hargo.co.id – Menjadi lembaga politik, setiap tindak tanduk yang dilakukan oleh para anggota DPRD tentu tidak bisa dilepaskan dari hal-hal berbau politik. Keputusan dan rekomendasi yang dikeluarkan DPRD tentunya merupakan keputusan dan rekomendasi politik.

Begitupula dengan aktifitas para politisi di DPRD. Rasanya tidak akan jauh dari kepentingan partai. Karena selain menjadi wakil rakyat, para anggota DPRD disisi lain menjadi perpanjangan tangan partai di lembaga legislatif.

Untuk mengamankan target partai di momentum politik 2018, rasanya cukup wajar bila aktifitas politisi di lembaga legislatif belakangan ini, kerap terkesan ada kaitan dengan kepentingan partai.
Salah satu contohnya adalah kegiatan reses anggota DPRD Kota Gorontalo dapil Kota Barat-Dungingi yang berlangsung, Kamis (14/12).

Kegiatan yang berlangsung di rumah salah satu anggota DPRD Kota dari partai Gerindra Junus Antula itu, dihadiri masyarakat yang menjadi konstituen anggota DPRD. Tapi, kegiatan tatap muka untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat itu sedikit beraroma Pilwako, seiring hadirnya salah satu pasangan calon walikota-wakil walikota Adhan Dambea-Budi Doku (AD-CBD).

Tapi kehadiran pasangan calon yang diusung PAN, Hanura dan Gerindra itu, bukan dalam kapasitas sebagai kontestan pilwako. Adhan Dambea hadir dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat. Sementara Charles Budi Doku hadir dalam kapasitas sebagai Wakil Walikota.

Adhan dan Budi hadir tidak bersamaan. Adhan Dambea datang terlebih dahulu dan langsung menyapa para aleg dan masyarakat. Namun Adhan Dambea tidak duduk di depan bersama Aleg, camat dan lurah Kota Barat. Dia memilih duduk berbaur dengan masyarakat.

Satu jam kemudian, wakil walikota Budi Doku tiba di lokasi acara. Dia mendapatkan sambutan dari masyarakat dan langsung duduk di depan panggung bersama Aleg dan unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Usai memaparkan program-program pembangunan, salah satu anggota DPRD Kota Gorontalo dapil Dungingi-Kota Barat Hais Nusi, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya dan memberikan tanggapan.

Tapi, Hais mempersilahkan terlebih dahulu kepada Adhan Dambea.
“Pada reses ini dihadiri oleh tokoh masyarakat yaitu bapak Adhan Dambea. Jadi saya tawarkan kita berikan kesempatan dulu kepada pak Adhan Dambea untuk menyampaikan aspirasi maupun tanggapannya,” kata Hais dan masyarakat pun langsung setuju.

Adhan Dambea pun dipersilahkan untuk maju kedepan dan naik ke atas panggung. Tapi ia menolak untuk naik ke atas panggung. Karena merasa dirinya adalah rakyat biasa. “Saat ini saya adalah masyarakat biasa. Jadi menyampaikannya dari bawah saja,” kata Adhan.

Saat berbicara, Adhan mengawali dari sorotannya terhadap Rumah Sakit Otanaha (RSO), yang sampai sekarang belum ada peningkatan. “Padahal RSO tersebut juga digunakan oleh masyarakat yang berada di Kabupaten Gorontalo,” kata Adhan.

Selain itu, masalah terminal Dungingi juga menjadi sorotan dari Adhan. Karena sampai dengan saat ini belum digunakan. “Memang itu akan dikelola oleh pemerintah pusat. Tapi dalam hal ini perlu ketegasan dan keyakinan dari pemerintah daerah.

Kalau terminal Dungingi beroperasi maka ekonomi di daerah tersebut akan tumbuh,” ungkapnya. Setelah memberikan kesempatan kepada Adhan Dambea, Hais kemudian memberikan kesempatan kepada masyarakat.

Setelah penyampaian dari masyarakat, Hais memberikan kesempatan kepada Wakil Walikota Charles Budi Doku sebagai perwakilan pemerintah kota Gorontalo untuk berbicara. Dalam penyampaiannya Budi Doku menyampaikan dalam pemerintahan harus ada kerjasama yang baik antara walikota, wakil walikota, dan Forkopimda. Sehingga apa yang diamanahkan oleh rakyat bisa dijalankan dengan baik.

Menanggapi masalah di RSO, ia mengatakan bahwa RSO tersebut harus fokus. “Kita fokuskan RSO itu sebagai RS Ginjal yang ada di Gorontalo. Kita beli alat medisnya dan siapkan tenaga medisnya. Sehingga pasien yang berada dari daerah tetangga akan datang ke RSO.

Kalau sudah banyak yang datang maka ekonomi akan tumbuh,” kata Budi Doku. Sementara itu, Hais Nusi membantah jika ada yang mengatakan reses tersebut adalah sosialisasi atau kampanye dini untuk pasangan calon.

“Saya perlu tegaskan bahwa pak Adhan kita undang sebagai tokoh masyarakat. Sementara pemerintah kota Gorontalo diwakili oleh pak Budi Doku sebagai Wakil Walikota. Jadi apanya yang mau di protes,” ungkapnya.

Aleg lainnya, Betty Ibrahim dari PPP menyampaikan bahwa kegiatan reses tersebut bukanlah sebagai kampanye. “Masyarakat juga perlu tahu ini bukan kampanye tapi reses,” pungkasnya.(wan/hg)