Resmi Beredar, Berapa Harga Smartphone BlackBerry KEYone?

BlackBerry KEYone (Marieska Virdhani/Jawapos.com)

Hargo.co.id – PT BB Merah Putih sebagai pemegang lisensi gawai BlackBerry di Indonesia secara resmi merilis BlackBerry KEYone edisi terbatas. Mereka optimis pasar BlackBerry di Indonesia masih memiliki penetrasi yang luas.

Mereka yakin pecinta gadget Tanah Air masih rindu dengan inovasi dan produk terbaru dari Blackberry.

“Coba bandingkan jika meletakkan banyak smartphone di meja, modelnya yang itu-itu saja. Bosan semuanya itu-itu saja, semuanya layar. Kami menawarkan alternatif yang berbeda bagi pasar,” kata Vice President Sales BlackBerry Merah Putih Stanley Wijaya dalam peluncuran BlackBerry KEYone, Kamis (23/11).

Selain faktor desain serta keamanan, prosesor Qualcomm Snapdragon 625 2GHz Octacore yang disematkan di BlackBerry KEYone, menjadi fitur unggulan lainnya.

Belum lagi teknologi Qualcomm® Quick ChargeTM 3.0, yang membuat penggunaan baterai berkapasitas 3505 mAh, lebih efisien dan tahan lama.

“Mampu mengisi ulang daya hingga 50 persen dalam waktu 36 menit, di mana dapat bertahan hingga 2 hari (waktu stand by). Kapasitas baterainya juga paling besar di antara gadget yang pernah dikeluarkan BlackBerry,” kata Stanley.

BlackBerry KEYone dirancang khusus untuk memberikan kualitas foto layaknya profesional dengan lensa lebar 8MP di kamera depan, dan 12MP (auto focus) pada kamera belakang.

Dengan ukuran pixel yang besar (1.55μm) serta Phase Detect Auto Focus, setiap momen akan terekam secara jelas dan jernih. Sebagai tambahan, fitur fixed focus dan lensa wide angle 84 derajat, siap mendukung saat melakukan komunikasi visual serta streaming.

Soal banderol, BlackBerry melempar ke pasaran dengan harga Rp 8.999.000.

“Kenapa ada yang bilang mahal, tentu harga berbicara soal kualitas. Ini kami bidik segmen yang betul-betul ingin punya produk bagus, punya pride. Dan kami tak terlalu khawatir dengan persaingan,” jelas Stanley.

Chief Operating Officer BlackBerry Merah Putih, Sukaca Purwokardjono mengungkapkan permintaan BlackBerry sejauh ini masih baik terbukti dari Pre-Order yang menunjukkan animo pasar.

“Demandnya masih cukup bagus. Terbukti dari waktu pre-order dari tanggal 16-26 kemarin, animonya cukup bagus. Ada sejumlah e-commerce partner yang kehabisan alokasi,” jelas dia.

“Saya melihat konsumen Indonesia masih sangat mencintai produk BlackBerry. Daya beli pasar smartphone masih bagus,” tutup Sukaca.

(ika/JPC/hg)